Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP

Erdogan Akan Temui Pemimpin Swedia, Finlandia Sebelum KTT NATO

Medcom • 27 Juni 2022 11:37
Istanbul: Presiden Turki Tayyip Erdogan akan menghadiri putaran pembicaraan dengan pemimpin Swedia, Finlandia, dan NATO pada Selasa, 28 Juni 2022 menjelang KTT NATO di Madrid.
 
Kabar ini disampaikan juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Finlandia dan Swedia mendaftar untuk bergabung dengan NATO sebagai tanggapan atas invasi Rusia terhadap Ukraina. Namun upaya ini ditentang Turki lantaran keduanya disebut mendukung militan Kurdi, dan embargo senjata yang diberlakukan terhadap Ankara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berbicara kepada media Haberturk, Kalin mengatakan dirinya dan Wakil Menteri Luar Negeri Sedat Onal juga akan menghadiri putaran pembicaraan lain dengan delegasi Swedia dan Finlandia di Brussels pada Senin.
 
“Akan ada konferensi empat arah pada tingkat pemimpin dengan kehadiran presiden kami di Madrid atas permintaan Sekjen NATO," ujarnya, dikutip dari Channel News Asia, Senin, 27 Juni 2022.
 
Kalin mengatakan bahwa kehadiran Erdogan dalam pembicaraan dengan Swedia, Finlandia, dan NATO pada Selasa “bukan berarti kami akan mundur dari posisi kami.”
 
Kalim menyebut Turki dan negara-negara Nordik itu setuju terkait sebagian besar isu dan akan berada pada posisi yang lebih baik di Madrid jika mereka bisa mencapai kesepakatan dalam pembicaraan Senin.
 
“Kami telah membawa negosiasi ke poin tertentu. Tidak mungkin kami mundur di sini,” ucapnya.
 
Sebelumnya, Turki bulan ini menyatakan dokumen yang disampaikan Swedia dan NATO masih jauh dari harapan, dan negosiasi apapun harus membahas kekhawatiran Turki terlebih dahulu.
 
Kalin sempat mengatakan bahwa KTT di Madrid bukanlah tenggat waktu pembahasan ini.
 
Para pemimpin NATO akan rapat di Madrid pada 29-30 Juni. Masuknya negara menjadi anggota NATO membutuhkan persetujuan dari 30 anggota aliansi. Turki telah menjadi sekutu NATO selama lebih dari 70 tahun dan memiliki tentara terbesar kedua dalam aliansi tersebut. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif