Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan undang Paus Fransiskus ke Hagia Sophia. Foto: AFP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan undang Paus Fransiskus ke Hagia Sophia. Foto: AFP

Turki Undang Paus Fransiskus Kunjungi Hagia Sophia

Internasional paus fransiskus Hagia Sophia
Fajar Nugraha • 23 Juli 2020 22:19
Istanbul: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengundang pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus untuk mengunjungi Hagia Sophia. Museum itu sudah diubah menjadi masjid oleh Erdogan melalui dekrit yang ditandatanganinya 10 Juli lalu.
 
Baca: Salat Pertama di Hagia Sophia Dilakukan 24 Juli.
 
Menurut Juru Bicara Kepresidenan Turki Ibrahim Kalin, Turki telah mengundang semua orang ke masjid termasuk Paus Fransiskus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pekan lalu, Paus Fransiskus mengutuk keputusan Turki untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. "Pikiranku berada di Istanbul. “Saya memikirkan Hagia Sophia dan saya sangat sedih,” katanya.
 
"Kami membuat beberapa pengaturan untuk memastikan bahwa selama salat Muslim, mosaik-mosaik akan ditutup tetapi tidak tersentuh," kata Kalin kepada CNN, Selasa 23 Juli 2020.
 
"Poin utama di sini adalah tidak ada kerusakan pada mosaik, penggambaran, tekstur sejarah, dan arsitektur bangunan ini," tambah Kalin.
 
Birokrat Turki mengatakan bahwa masjid Hagia Sophia akan terbuka untuk orang-orang beriman atau tidak beragama dari agama apa pun. Baik itu untuk  Muslim, Kristen, Budha, untuk semua orang.
 
"Reaksi terhadap konversi Hagia Sophia didasarkan pada pandangan dan prasangka lama, ada kebebasan beragama di Turki," tegas Kalin.
 
Baca: Paus Fransiskus Sedih Hagia Sophia Diubah Jadi Masjid.
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an menandatangani dekrit pada 10 Juli, yang memungkinkan pengoperasian Hagia Sophia sebagai ‘masjid yang berfungsi’. Direktorat Jenderal Urusan Agama negara akan mengambil alih banguna bersejarah tersebut.
 
Erdogan juga mengumumkan bahwa masjid Hagia Sophia akan dibuka untuk salat pada 24 Juli. Doa muslim pertama akan dilakukan dengan sejumlah orang disertai protokol kesehatan ketat karena pandemi virus korona.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif