Dilansir dari laman Anadolu Ajansi pada Kamis, 17 September 2026, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Jennifer Larson, menghimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan Arab Saudi dan Yaman.
Himbauan tersebut mempertimbangkan keamanan warga AS ketika konflik kembali meningkat.
“Pertimbangakan kembali perjalanan ke Arab saudi karena risiko serangan drone dan rudal Iran yang menargetkan kepentingan Amerika, konflik bersenjata, terorisme, dan larangan keluar negara tersebut,” ujar Larson dalam Himbauan Perjalanan Level 3.
Serangan Oleh Kelompok Houthi
Pada 16 September dini hari, koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan bahwa pertahanan udara Saudi telah mencegah dan menghancurkan sebuah drone di dekat kota Makkah yang disebut diluncurkan oleh kelompok Houthi.Bahkan sehari sebelum insiden tersebut, ada 13 warga sipil terluka akibat serangan rudal dan drone Houthi di Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Selain itu tujuh rumah dan dua kendaraan juga dilaporkan rusak. Namun, Houthi membantah bertanggung jawab insiden tersebut.
Selain itu, minggu lalu serangan drone yang diluncurkan dari Irak juga menargetkan jaringan pipa minyak Timur-Barat di wilayah Riyadh dan Madinah. Kejadian itu menyebabkan korban luka dan kerusakan, sehingga operasi pipa diberhentikan untuk sementara.
Untuk mengantisipasi penambahan korban dan kerusakan, otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan di beberapa daerah, mulai dari Abha, Khamis, Mushait, Jazan, Jeddah, Taif, Yanbu, dan AlUla. (Wisa Irena Br Sitepu)