Iran pamer rudal buatan sendiri. Foto: AFP
Iran pamer rudal buatan sendiri. Foto: AFP

Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Basis Kurdi di Irak

Fajar Nugraha • 14 November 2022 21:02
Teheran: Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak lintas-perbatasan Senin terhadap kelompok oposisi Kurdi yang berbasis di Irak utara, di mana pihak berwenang setempat melaporkan satu kematian dan delapan luka-luka.
 
Teheran sebelumnya melancarkan serangan yang menewaskan lebih dari selusin orang di wilayah Kurdistan Irak pada akhir September, setelah menuduh kelompok bersenjata Kurdi yang berbasis di sana memicu gelombang kerusuhan yang mengguncang republik Islam itu.
 
Iran telah dilanda protes hampir dua bulan sejak kematian Mahsa Amini, setelah dia ditangkap oleh polisi moral negara yang ditakuti karena diduga melanggar aturan berpakaian yang ketat untuk wanita.
 
Sumber militer Iran mengonfirmasi bahwa "Iran telah melakukan serangan dengan drone dan rudal yang menargetkan markas partai teroris di wilayah utara Irak," kata Kantor Berita Fars Iran, yang dikelola oleh Korps Pengawal Revolusi Islam.
 
Tariq al-Haidari, Wali Kota Koysanjaq di wilayah otonomi Kurdistan Irak, mengatakan kepada AFP bahwa "lima rudal Iran menargetkan sebuah bangunan yang digunakan oleh Partai Demokrat Kurdistan Iran".
 
"Satu orang tewas dan delapan luka-luka," kata kementerian kesehatan di Kurdistan Irak.
 
Serangan lain terjadi di tempat lain di Kurdistan Irak.
 
"Empat serangan drone menargetkan pangkalan Partai Komunis Iran dan kelompok nasionalis Kurdi Iran Komala di wilayah Zrgoiz, kata Atta Seqzi, salah satu pemimpin Komala.
 
Kelompok-kelompok itu telah "diperingatkan tentang serangan yang akan segera terjadi" dan mengevakuasi instalasi, katanya, seraya menambahkan bahwa mereka "tidak mengalami kematian atau cedera".
 
Serangan rudal dan drone lintas batas pada akhir September membuat pemerintah federal Irak memanggil duta besar Iran untuk memprotes serangan tersebut.
 
Misi PBB di Irak pada saat itu menyesalkan serangan tersebut, mengatakan "diplomasi roket adalah tindakan sembrono dengan konsekuensi yang menghancurkan".
 
Kurdistan Irak menampung beberapa kelompok oposisi Kurdi Iran yang di masa lalu melancarkan pemberontakan bersenjata melawan Teheran.
 
Dalam beberapa tahun terakhir aktivitas mereka menurun, tetapi gelombang protes di Iran yang dipicu oleh kematian Amini kembali memicu ketegangan antara Teheran dan kelompok oposisi Kurdi.
 
Protes di Iran dengan cepat bergerak melampaui wilayah Kurdi menjadi gerakan nasional yang luas yang terus mengguncang republik Islam itu.
 
Demonstran terus turun ke jalan meskipun tindakan keras oleh pihak berwenang telah menewaskan 326 orang, menurut Iran Human Rights, sebuah organisasi yang berbasis di Oslo.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif