Tenaga kesehatan membawa seorang korban luka dari ledakan di dekat sebuah sekolah di Dasht-e-Barchi, Afghanistan pada 8 Mei 2021. (ZAKERIA HASHIMI / AFP)
Tenaga kesehatan membawa seorang korban luka dari ledakan di dekat sebuah sekolah di Dasht-e-Barchi, Afghanistan pada 8 Mei 2021. (ZAKERIA HASHIMI / AFP)

Korban Ledakan Dekat Sekolah Menengah Afghanistan Jadi 30 Orang

Internasional konflik afghanistan afghanistan taliban afghanistan ledakan afghanistan
Willy Haryono • 09 Mei 2021 06:00
Kabul: Jumlah korban tewas dalam ledakan di dekat sebuah sekolah menengah atas di Kabul, Afghanistan, bertambah menjadi 30 orang pada Sabtu, 8 Mei. Ledakan di distrik Dasht-e-Barci itu juga melukai puluhan orang lainnya.
 
Juru bicara Kementerian Pendidikan Afghanistan, Najiba Arian, melaporkan bahwa sebagian besar korban adalah siswi sekolah menengah Sayed Ul-Shuhada. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Dasht-e-Barchi -- area yang sering menjadi target serangan militan.
 
Dikutip dari laman BBC pada Minggu, 9 Mei 2021, kelompok Taliban membantah terlibat dalam serangan tersebut. Otoritas Afghanistan meyakini ledakan ini berasal dari sebuah bom mobil dan mortir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  20 Siswi Afghanistan Tewas dalam Ledakan Dekat Sekolah
 
Dasht-e-Barchi di Kabul barat adalah rumah bagi banyak etnis minoritas Hazara, yang berasal dari garis keturunan Mongolia dan Asia Tengah. Sebagian besar dari Hazara adalah penganut aliran Syiah.
 
Hampir setahun lalu, unit bersalin di sebuah rumah sakit lokal di Afghanistan diserang dan menewaskan 24 perempuan, anak-anak, dan bayi. Target serangan dalam ledakan terbaru kali ini belum diketahui.
 
Peristiwa terjadi di tengah meningkatnya aksi kekerasan saat Amerika Serikat sedang menjalankan proses penarikan pasukan dari Afghanistan. Rencananya, semua pasukan AS sudah ditarik sepenuhnya dari Afghanistan pada 11 September mendatang.
 
Sejumlah saksi mata mengaku mendengar tiga ledakan di dekat sebuah sekolah di Dasht-e-Barchi. Seorang warga bernama Reza mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ia melihat "begitu banyak jasad di tengah kepulan asap dan debu."
 
"Saya melihat seorang perempuan memeriksa satu per satu jenazah sambil memanggil-manggil nama anaknya," ujar Reza.
 
"Setelah itu ia menemukan dompet anaknya yang berlumuran darah. Ia pun pingsan dan jatuh ke tanah," sambung dia.
 
Kementerian Luar Negeri AS mengecam keras "serangan barbar" di Dasht-e-Barchi. "Kami menyerukan diakhirinya kekerasan dan serangan tak berdasar terhadap warga sipil," ungkap Kemenlu AS.
 
Misi Uni Eropa untuk Afghanistan mengatakan via Twitter bahwa serangan yang banyak menewaskan serta melukai siswi sekolah itu adalah "serangan terhadap masa depan Afghanistan."
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif