Raja Salman bin Abdulaziz al Saud desak dunia hentikan Iran. Foto: AFP
Raja Salman bin Abdulaziz al Saud desak dunia hentikan Iran. Foto: AFP

Raja Salman Desak Dunia Hentikan Program Nuklir dan Rudal Iran

Internasional arab saudi iran raja salman
Fajar Nugraha • 12 November 2020 15:14
Riyadh: Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz Al Saud meminta para pemimpin dunia dan publik untuk mengambil 'sikap tegas' terhadap Iran. Khususnya pada kemampuan Iran untuk mengembangkan senjata nuklir dan program rudal.
 
“Kerajaan menekankan bahaya proyek regional Iran, campur tangannya dalam urusan negara-negara lain, (dugaan) promosi terorisme, memicu api sektarianisme,” ujar Raja Salman, seperti dikutip SPA, Kamis 12 November 2020.
 
“Arab Saudi menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil posisi yang menentukan terhadap Iran, menjamin akhir yang menentukan atas Iran. Terutama upaya untuk mendapatkan senjata pemusnah massal dan pengembangan program misil balistiknya,” kata Raja pada pertemuan Dewan Penasihat negara itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ini adalah penampilan publik pertama raja sejak pidatonya pada September di Majelis Umum PBB melalui tautan video, di mana dia juga mengkritik Teheran. Arab Saudi dan Iran bersaing selama bertahun-tahun untuk mendapatkan pengaruh di kawasan itu, mendukung pihak-pihak yang bertikai dalam konflik dari Suriah hingga Yaman.
 
Sejauh ini, belum ada reaksi dari Iran atas pernyataan raja tersebut.
 
Iran telah mencabut sejumlah pembatasan pada program nuklirnya di bawah Rencana Aksi Komprehensif Bersama, yang ditandatangani Enam Negara pada tahun 2015. Pencabutan itu meruapakan tanggapan atas penarikan AS dari perjanjian tersebut pada 2018 dan memulihkan sanksi terhadap Iran.
 
Pemberontak Houthi yang kini menguasai Yaman, diyakini menggunakan rudal asal Iran. Pada 2019 lalu, rudal yang diduga dari Iran digunakan untuk menyerang kilang Saudi.
 
Rudal jelajah yang digunakan untuk menyerang kilang minyak Saudi Aramco ternyata berasal dari Iran. Ini dibuktikan dengan laporan Sekjen PBB Antonio Guterres yang dilaporkan pada Juni.
 
Analisis baru menggunakan pecahan rudal yang digunakan dalam serangan di bandara Abha Saudi, fasilitas Afive, dan simpanan Abkaik dan Khurais. "Sekretariat percaya bahwa rudal jelajah dan  atau bagiannya yang digunakan dalam empat serangan itu berasal dari Iran," kata laporan PBB itu.
 
Tercatat bahwa kesimpulan tersebut dibuat berdasarkan desain cangkang dan drone itu sendiri, serta tulisan dalam bahasa Farsi.
 
Kebakaran di wilayah pabrik perusahaan minyak nasional Arab Saudi Saudi Aramco terjadi pada 14 September 2019. Menurut informasi resmi, kebakaran bermula akibat serangan oleh pesawat tak berawak.
 
Tanggung jawab atas serangan itu diklaim oleh pemberontak Houthi. Riyadh sendiri telah mengklaim bukti kesalahan Iran dalam insiden tersebut. Namun, pada akhirnya tidak ada fakta yang dapat dikonfirmasi.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif