Pasukan Israel yang melakukan serangan terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa. Foto: AFP
Pasukan Israel yang melakukan serangan terhadap warga Palestina di Masjid Al-Aqsa. Foto: AFP

Turki Kecam Serangan Israel Terhadap Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa

Internasional Palestina israel palestina turki Israel Masjid Al-Aqsa
Fajar Nugraha • 15 April 2022 22:35
Ankara: Turki pada Jumat mengutuk pembunuhan tujuh warga Palestina oleh pasukan keamanan Israel. Turki juga mengecam kekerasan terhadap Muslim di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.
 
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan: "Kami merasa tidak dapat diterima dan mengutuk keras pembunuhan tujuh warga Palestina, termasuk seorang anak, oleh pasukan keamanan Israel di berbagai kota di Palestina, terutama Jenin, dan intervensi di Masjid Al-Aqsa, masjid untuk beribadah pagi ini, menyebabkan Muslim cedera."
 
Baca: Polisi Israel Tembak Warga Palestina dengan Gas Air Mata di Masjid Al-Aqsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan di kawasan dalam beberapa hari terakhir. Kami ingin menekankan sekali lagi pentingnya tidak membiarkan provokasi dan ancaman terhadap status dan spiritualitas Masjid Al-Aqsa, terutama di masa sensitif ini,” imbuh pernyataan tertulis itu, seperti dikutip Daily Sabah, Jumat 15 April 2022.
 
Juru Bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Mer Elik juga mengatakan di Twitter bahwa "intervensi pasukan keamanan Israel terhadap Muslim di Masjid Al-Aqsa pagi ini tidak dapat diterima. Kami sangat mengutuk tindakan ini, yang menyebabkan kematian tujuh orang. Palestina, termasuk satu anak."
 
Serangan dan ancaman terhadap status dan spiritualitas Masjid Al-Aqsa sama sekali tidak dapat diterima, katanya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam hal ini.
 
"Seperti yang sering ditekankan oleh presiden kami, kami akan terus mendukung perdamaian dan stabilitas yang langgeng. Kami menentang segala bentuk kekerasan yang mengancam solusi dua negara, perdamaian dan stabilitas," tambah Elik.
 
Warga Palestina bentrok dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Jumat ketika ribuan orang berkumpul untuk sholat selama bulan suci Ramadan. Petugas medis mengatakan lebih dari 150 warga Palestina terluka dalam kekerasan paling serius di lokasi itu dalam hampir satu tahun.
 
Tempat suci, yang disakralkan bagi orang Yahudi dan Muslim, sering menjadi pusat kerusuhan Israel-Palestina, dan ketegangan telah meningkat di tengah gelombang kekerasan baru-baru ini. Bentrokan di lokasi itu tahun lalu membantu memicu perang 11 hari dengan pejuang Hamas di Jalur Gaza.
 
Bentrokan datang pada waktu yang sangat sensitif. Ramadan tahun ini bertepatan dengan Paskah juga Passover yang merupakan hari libur utama Yahudi selama seminggu yang dimulai pada Jumat saat matahari terbenam, dan pekan suci umat Kristen, yang berpuncak pada Minggu Paskah. Liburan diperkirakan membawa puluhan ribu umat beriman ke Kota Tua Yerusalem, rumah bagi situs-situs utama yang disucikan oleh ketiga agama.
 
Israel baru-baru ini melakukan gelombang penangkapan dan operasi militer di Tepi Barat yang diduduki, memicu bentrokan dengan warga Palestina. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, seorang anak berusia 17 tahun meninggal Jumat pagi karena luka yang diderita selama bentrokan dengan pasukan Israel di kota Jenin, Tepi Barat, sehari sebelumnya.
 
Sementara sedikitnya 25 warga Palestina telah tewas dalam gelombang kekerasan baru-baru ini. Banyak dari mereka telah melakukan serangan atau terlibat dalam bentrokan, tetapi juga seorang wanita tak bersenjata dan seorang pengacara telah tewas diduga karena kesalahan.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif