Jemaah melempar jumrah dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 20 Juli 2021. (Fayez Nureldine / AFP)
Jemaah melempar jumrah dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi, 20 Juli 2021. (Fayez Nureldine / AFP)

Prosesi Melempar Jumrah Tandai Awal Iduladha 2022 di Arab Saudi

Willy Haryono • 09 Juli 2022 13:51
Mina: Jemaah haji dari seluruh dunia mulai melempar jumrah di Mina, Arab Saudi, yang menandai dimulainya Iduladha pada Sabtu, 9 Juli 2022 atau 10 Zulhijah 1443. Dikutip dari laman AFP, para jemaah berdatangan dari sepanjang bukit Mina di dekat Makkah sejak pagi hari untuk melempar batu kerikil ke tiga tembok beton yang merepresentasikan setan.
 
Ritual ini merupakan emulasi dari pelemparan batu kerikil yang dilakukan Nabi Ibrahim ke tiga tempat, di mana setan disebutkan berusaha merayunya agar mengabaikan perintah Allah untuk menyembelih sang anak, Ismail.
 
Pelemparan jumrah ini pernah beberapa kali berujung pada tragedi mematikan, karena jutaan orang dari seluruh dunia harus berdesak-desakan di sebuah area yang relatif sempit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada 2019, sekitar 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia mengikuti rangkaian ibadah haji. Namun angkanya merosot drastis menjadi hanya beberapa ribu pada 2020 karena pandemi Covid-19, dan 60.000 di tahun 2021. Kala itu, haji juga hanya diperbolehkan untuk warga lokal atau individu berstatus penghuni tetap Arab Saudi.
 
Tahun ini, partisipasi ibadah haji dibatasi 1 juta bagi jemaah yang sudah divaksinasi lengkap. Jumat kemarin, otoritas Arab Saudi mengatakan bahwa hampir 900.000 jemaah mengikuti rangkaian ibadah haji, dan sekitar 780.000 berasal dari luar negeri.
 
Larangan haji sepanjang 2020 dan 2021 memicu kekecewaan mendalam bagi Muslim di seluruh dunia, yang secara umum menabung selama bertahun-tahun untuk bisa menunaikan ibadah tersebut.
 
Ibadah haji, yang memakan biaya di kisaran USD5000 atau setara Rp75 juta per orang, merupakan salah satu sumber pemasukan utama bagi Arab Saudi. Ibadah umrah juga turut menyumbang pemasukan signifikan bagi Riyadh.
 
Di masa normal, ibadah haji dan umrah biasanya mendatangkan pemasukan sekitar USD12 miliar atau Rp179 triliun per tahun.
 
Baca:  Suasana Puncak Ibadah Haji di Padang Arafah
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif