Prajurit Israel melakukan operasi di sekitar Tepi Barat. Foto: IDF
Prajurit Israel melakukan operasi di sekitar Tepi Barat. Foto: IDF

Tentara Israel Tewas di Tangan Warga Palestina

Internasional palestina israel
Fajar Nugraha • 13 Mei 2020 17:04
Yerusalem: Pelempar batu Palestina menewaskan seorang tentara Israel di Tepi Barat pada Selasa 12 Mei. Polisi pun menanggapinya dengan melukai seorang warga Palestina yang mencoba menusuk staf keamanan di sebuah pos pemeriksaan.
 
Peristiwa terpisah menodai jeda relatif dalam kekerasan Tepi Barat selama wabah virus korona. Palestina dan Israel telah membatasi gerakan warga mereka. Pada tingkat tertentu kedua negara bekerja sama dalam langkah-langkah dalam menanggapi krisis.
 
Namun pada Kamis, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana untuk mendeklrasikan pencaplokan kedautalan atas pemukim Yahudi dan Lembah Yordan di Tepi Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait insiden ini, Militer Israel mengatakan seorang anggotanya yang berusia 21 tahun tewas setelah dipukul di kepala dengan sebuah batu yang dilemparkan dari atap di Desa Yabad, dekat Jenin. Prajurit yang terbunuh diidentifikasi sebagai Sersan Amit Ben Ygal.
 
“Ygal berada di antara satu batalyon tentara dengan Brigade Golani yang menyerbu desa Ya'bad, barat daya kota Jenin di Tepi Barat utara, sekitar jam 4:00 pagi pada Selasa,” menurut laporan Harian Haaretz, Rabu, 13 Mei 2020.
 
Banyak penduduk desa yang bangun pada waktu itu, untuk makan sahur dan bersiap untuk puasa selama Ramadan. Para prajurit, yang sering terlibat dalam serangan subuh, malah disambut oleh pemuda yang marah yang menuntut agar mereka meninggalkan kota mereka.
 
Militer Israel melaporkan bahwa Brigade Golani menyerang desa untuk membawa dua warga Palestina yang mereka curigai ‘melakukan tindakan terorisme’. Mereka juga mencari dua warga Palestina lainnya yang dicurigai telah melempari tentara dengan batu selama invasi sebelumnya.
 
PM Netanyahu mengatakan di Twitter bahwa Israel akan "menyelesaikan masalah ini”.
 
Beberapa jam kemudian, seorang warga Palestina mencoba menikam staf keamanan Israel di Qalandiya, sebuah pos pemeriksaan sekitar 50 km sebelah selatan di perbatasan Tepi Barat dan tertembak, kata seorang Juru Bicara Kepolisian Israel. Layanan darutat Israel mengatakan, warga Palestina yang terluka dibawa dengan ambulans ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
 
Palestina menginginkan Tepi Barat untuk negara masa depan dan menganggap permukiman Israel di sana ilegal, seperti halnya sebagian besar kekuatan dunia. Israel dan Amerika Serikat membantah pandangan itu.
 
Langkah-langkah teritorial yang diusulkan Israel di Tepi Barat diharapkan akan dibahas selama kunjungan satu hari pada Rabu oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang akan bertemu Netanyahu serta mitra koalisi yang ditunjuk perdana menteri, Benny Gantz.
 
"Kami (juga) berharap bahwa kami dapat meyakinkan kepemimpinan Palestina bahwa mereka harus terlibat dengan Israel berdasarkan Visi Trump untuk Perdamaian," kata Pompeo kepada surat kabar Israel Hayom dalam sebuah wawancara.
 
Presiden Donald Trump meluncurkan rencana perdamaian baru pada Januari. Tetapi usulan itu ditolak oleh Palestina, yang melihat bias dalam langkah-langkah seperti pengakuannya atas Yerusalem pada 2017 sebagai ibu kota Israel.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif