Ilustrasi grafik gempa bumi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi grafik gempa bumi. (Foto: Medcom.id)

Dua Gempa Bumi Guncang Israel dalam Hitungan Jam

Internasional Gempa Bumi israel
Willy Haryono • 11 Mei 2020 14:13
Tel Aviv: Dua gempa bumi mengguncang Israel bagian utara dalam selang waktu jam. Kabar disampaikan Institut Geofisika Israel pada Senin 11 Mei 2020. Disebutkan bahwa episentrum gempa berlokasi di Laut Mediterania, di wilayah barat dari Lebanon.
 
Dilansir dari Ynet, Institut Geofisika Israel melaporkan bahwa guncangan pertama berkekuatan magnitudo 3,2 terjadi pada pukul 05.38 pagi waktu setempat. Episentrumnya berlokasi sekitar 14 kilometer dari Beit She'an/
 
Beit She'an memiliki karakteristik geografi yang unik karena berlokasi di persimpangan Jordan River Valley dan Jezreel Valley.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Guncangan kedua terjadi pukul 06.53 dengan kekuatan magnitudo 2,7. Episentrumnya berlokasi sekitar 54 km dari Nahariya, sebuah kota pesisir di Israel.
 
Lebih dari sebulan lalu, gempa magnitudo 4,3 mengguncang kota Eilat di Israel. Institut Geofisika melaporkan, episentrum guncangan tersebut berkisar 100 km dari wilayah selatan kota tersebut.
 
Menurut para pakar seismik, Israel mengalami gempa besar kira-kira 100 tahun sekali, dan guncangan besar terakhir di negara tersebut terjadi pada 11 Juli 1927.
 
Gempa kala itu menewaskan ratusan orang dan juga merusak banyak bangunan di Jordan Valley. Jika estimasi para pakar itu tepat, maka Israel perlu mempersiapkan diri menghadapi guncangan besar.
 
Menurut pakar seismik Dr Ron Avni dari Universitas Ben Gurion, mengatakan bahwa gempa di kota Eilat pada April lalu ini adalah bukti bahwa lempeng tektonik di Great Rift Valley masih aktif. Ia memprediksi guncangan hebat di masa mendatang bisa memicu kerusakan berat di sejumlah wilayah Israel.
 
Avni mengatakan bahwa Israel diguncang gempa masif yang terjadi setiap 100 tahun sekali pada September tahun lalu. Ia memperingatkan Israel untuk mempersiapkan diri menghadapi guncangan di masa mendatang, yang efek kehancurannya bisa saja sama seperti gempa di tahun 1927.
 
"Tapi gempa ini sangat tergantung dari lokasi dan juga waktunya. Jika terjadi di luar area yang banyak dihuni warga, maka angka kematiannya akan relatif kecil," tutur Avni.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif