Vaksin covid-19 yang dikembangkan Pfizer bersama BioNTech. (AFP)
Vaksin covid-19 yang dikembangkan Pfizer bersama BioNTech. (AFP)

Studi: Varian Afsel Mampu 'Bobol' Vaksin Pfizer-BioNTech

Internasional israel vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Pfizer
Willy Haryono • 11 April 2021 19:06
Tel Aviv: Varian Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dapat "membobol" sebagian efikasi dari vaksin buatan Pfizer-BioNTech, menurut sebuah studi terbaru di Israel.
 
Studi dilakukan oleh Tel Aviv University bersama penyedia layanan kesehatan terbesar di Israel, Clalit.
 
"Varian ini mampu mempenetrasi sebagian perlindungan dari dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech, meski belum diketahui secara pasti berapa banyak efikasi yang hilang," tulis studi tersebut, dilansir dari laman Al Jazeera pada Minggu, 11 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Studi tersebut, dirilis pada Sabtu kemarin, melibatkan hampir 400 individu yang terinfeksi Covid-19 sekitar dua pekan atau lebih usai mereka menerima vaksin Pfizer-BioNTech. Data 400 individu tersebut dibandingkan dengan sejumlah pasien Covid-19 yang belum divaksinasi.
 
Usia, jenis kelamin, dan faktor-faktor lainnya juga dibandingkan dalam studi tersebut.
 
Hasil studi menyebutkan bahwa varian Afsel, B.1.351, ditemukan di sekitar 1 persen dari semua individu yang dilibatkan dalam studi. Namun di kalangan pasien yang telah menerima vaksin Pfizer-BioNTech, rata-rata prevalensinya 8 kali lebih tinggi dari pasien yang belum divaksinasi -- 5,4 persen berbanding 0,7 persen.
 
Ini artinya, menurut studi tersebut, vaksin Pfizer-BioNTech kurang efektif terhadap varian Afsel dibanding Covid-19 versi orisinal atau varian lain yang terdeteksi di Inggris.
 
Baca:  Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech Efektif untuk Usia 12-15 Tahun
 
"Angka rata-rata (prevalensi) varian Afsel di kalangan pasien penerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech lebih tinggi dibanding grup yang belum divaksinasi. Ini artinya, varian Afsel mampu menembus perlindungan vaksin tersebut," tutur Adi Stern, pemimpin studi dari Tel Aviv University.
 
Kendati begitu, Stern dan para peneliti lain mengingatkan bahwa studi ini hanya melibatkan sekelompok kecil sampel dari individu terinfeksi varian Afsel. Ini dikarenakan jumlah orang yang terinfeksi varian Afsel di Israel sangatlah jarang.
 
Para peneliti juga menegaskan bahwa studi ini tidak bertujuan mengurangi efikasi vaksin Pfizer-BioNTech terhadap varian apapun, karena hanya melibatkan orang-orang yang sudah terinfeksi Covid-19, bukan keseluruhan masyarakat.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif