PM Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: AFP)
PM Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: AFP)

PM Ethiopia Sebut Konflik Tigray Masuki Fase Akhir

Internasional pbb konflik ethiopia Konflik Tigray
Willy Haryono • 18 November 2020 06:19
Addis Ababa: Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan bahwa operasi militer melawan pasukan pemberontak di Tigray kini memasuki "fase akhir." PM Abiy mengatakan bahwa tenggat waktu tiga hari yang diberikan kepada pasukan Tigray untuk menyerah kini sudah kedaluwarsa.
 
Ratusan orang dilaporkan tewas dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) yang berlangsung selama hampir dua pekan terakhir. Setidaknya 27 ribu warga Tigray telah melarikan diri dari konflik tersebut ke Sudan.
 
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, "krisis kemanusiaan berskala penuh" sedang terjadi di Tigray. Mendapatkan informasi dari Tigray merupakan sesuatu yang sulit karena terputusnya jaringan telepon dan juga internet.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam sebuah tulisan di Facebook, PM Abiy mengatakan bahwa operasi federal di Tigray sudah hampir mencapai titik akhir. "Aksi penegakan hukum krusial akan berakhir dalam beberapa hari ke depan," ucapnya, dilansir dari laman BBC pada Selasa, 17 November 2020.
 
Ia berterima kasih kepada beberapa personel TPLF yang mematuhi tenggat waktu dan berbalik mendukung pemerintah. Namun ia tidak menyebutkan ada berapa banyak personel TPLF yang berpindah kubu.
 
Baca:Ethiopia Bombardir Tigray usai Tolak Seruan Mediasi
 
Pertempuran antara pasukan pemerintah Ethiopia dan TPLF dimulai pada 4 November lalu. Ketegangan dimulai usai pemerintahan PM Abiy menuduh TPLF, partai penguasa Tigray, menggelar pemilihan umum ilegal dan juga menyerang sebuah markas militer untuk mencuri senjata. TPLF membantah telah melakukan serangan.
 
Usai melontarkan kecaman, PM Abiy memerintahkan operasi militer terhadap pasukan loyalis TPLF, dengan menuding bahwa mereka telah melakukan pengkhianatan terhadap negara.
 
"Garis merah terakhir telah terlewati," tutur PM Abiy kala itu.
 
TPLF memandang pemerintahan pusat Ethiopia di Addis Ababa sebagai penguasa yang tidak sah. TPLF berpendapat bahwa PM Abiy tidak memiliki mandat untuk memimpin negara usai menunda pemilu akibat pandemi virus korona (covid-19).
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif