"Kecelakaan pesawat penumpang di dekat Bandara Karachi, yang menewaskan puluhan penumpang dan orang-orang di lokasi kejadian, menimbulkan kesedihan mendalam," tulis Rouhani dalam sebuah pesawat yang disampaikan kepada PM Khan.
"Saya mengekspresikan rasa duka mendalam kepada pemerintah dan rakyat Pakistan serta semua keluarga korban atas tragedi ini," sambungnya, dalam keterangan di situs resmi kepresidenan Iran, dilansir dari Mehr News Agency, Sabtu 23 Mei 2020.
PIA mengatakan pesawat PK8303 hilang kontak dengan menara pengawas sekitar pukul 14.30. Pesawat itu diketahui sedang dalam perjalanan dari Lahore menuju Karachi.
Menara pengawas mengizinkan PK8303 untuk mendarat di Bandara Internasional Jinnah. Meski sudah mendapat izin, pilot memutuskan untuk berputar dan mencoba mendarat untuk kali kedua.
Alasan mengapa pilot berputar belum diketahui pasti, namun seorang pejabat penerbangan menduga pesawat tersebut mungkin tidak bisa mengeluarkan roda pendaratan. Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan bekas terbakar di bagian mesin, tapi tidak terlihat ada roda pendaratan.
Lokasi kejadian masih tertutup untuk umum hingga Sabtu pagi. Asap hitam terlihat di tengah upaya petugas dalam memadamkan api di sekitar lokasi kejadian. Seorang reporter AFP mengaku melihat sejumlah jasad terbakar yang diangkut ke ambulans.
Muhammad Zubair, salah satu korban selamat, mendeskripsikan pengalaman buruknya. "Saya kehilangan kesadaran. Saat saya tersadar, ada begitu banyak asap dan teriakan," ucapnya.
Zubair mengatakan periode waktu antara percobaan pendaratan pertama dan kecelakaan berkisar 10 hingga 15 menit. "Tidak ada orang yang menyadari bahwa pesawat akan jatuh. Pilot menerbangkan pesawatnya dengan mulus," ujar Zubair.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News