Pemadaman listrik terjadi di Beirut, Lebanon, 3 April 2021. (Dylan COLLINS / AFP)
Pemadaman listrik terjadi di Beirut, Lebanon, 3 April 2021. (Dylan COLLINS / AFP)

Gelap Gulita, Lebanon Dilanda Pemadaman Listrik Berskala Masif

Internasional pemadaman listrik Krisis Ekonomi Lebanon
Willy Haryono • 10 Oktober 2021 18:27
Beirut: Lebanon mengalami pemadaman listrik berskala masif pada Sabtu, 9 Oktober 2021, membuat negara tersebut terjerembab ke dalam kegelapan di tengah krisis ekonomi yang cukup parah.
 
Pemadaman ini terjadi karena dua pembangkit listrik terbesar di Lebanon, Deir Ammar dan Zahrani, berhenti beroperasi karena kekurangan bahan bakar.
 
"Keduanya benar-benar berhenti beroperasi siang ini, dan kemungkinan belum akan bisa dihidupkan kembali dalam beberapa hari ke depan," ujar seorang pejabat Lebanon, dilansir dari laman BBC.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam 18 bulan terakhir, Lebanon dilanda krisis ekonomi yang memicu terjadinya krisis pasokan bahan bakar. Krisis ini membuat separuh populasi Lebanon jatuh ke jurang kemiskinan, menumbangkan mata uang negara, dan memicu gelombang unjuk rasa masif terhadap jajaran elite politik.
 
Baca:  Ekonomi Anjlok, Warga Lebanon Beralih ke Mata Uang Kripto
 
Kurangnya valuta asing membuat pemerintah Lebanon kesulitan untuk membayar pasokan energi dari negara-negara lain.
 
Selama ini, banyak warga Lebanon menggantungkan kebutuhan energi mereka dari generator pribadi berbahan bakar solar. Namun skema semacam itu menjadi semakin mahal di tengah kelangkaan bahan bakar.
 
Sebelum terjadinya pemadaman masif ini, sebagian warga Lebanon bahkan hanya bisa menikmati aliran listrik selama dua jam per hari. Pemadaman sudah barang tentu semakin menambah penderitaan mereka.
 
Perusahaan listrik negara Lebanon mengonfirmasi tumbangnya dua pembangkit mereka, yang selama ini memasok 40 persen dari total kebutuhan dalam negeri.
 
"Tumbangnya dua pembangkit telah memicu pada pemadaman total jaringan energi. Sejauh ini kelanjutan operasional belum dapat dilakukan," ujar pihak perusahaan.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif