PM baru Irak Mustafa al-Kadhimi saat memimpin rapat kabinet di Baghdad, 9 Mei 2020. (Foto: AFP)
PM baru Irak Mustafa al-Kadhimi saat memimpin rapat kabinet di Baghdad, 9 Mei 2020. (Foto: AFP)

PM Baru Irak Bebaskan Demonstran Anti-Pemerintah

Internasional konflik irak
Arpan Rahman • 11 Mei 2020 11:02
Baghdad: Dewan Kehakiman Agung Irak memerintahkan sejumlah pengadilan untuk membebaskan demonstran anti-pemerintah. Perintah pembebasan itu merupakan implementasi dari salah satu keputusan Perdana Menteri baru Irak Mustafa al-Kadhimi.
 
"Pembebasan tahanan didasarkan pada Artikel 38 dari konstitusi yang menjamin hak berunjuk rasa, dengan catatan aksi tersebut tidak bertentangan dengan hukum," kata pernyataan resmi Dewan Kehakiman Agung Irak, dinukil dari Al Jazeera, Senin 11 Mei 2020.
 
Unjuk rasa meletus di Baghdad dan seantero wilayah selatan Irak pada 1 Oktober 2019. Demonstrasi dipicu rasa frustrasi warga terhadap maraknya praktik korupsi di pemerintahan, tingginya angka pengangguran, serta buruknya layanan publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah grup hak asasi manusia mengatakan, sedikitnya 600 orang tewas di tangan pasukan bersenjata dalam aksi protes yang berlangsung selama tiga bulan di Irak. Pasukan keamanan Irak disebut-sebut telah menggunakan gas air mata dan juga peluru tajam untuk membubarkan massa.
 
PM baru Irak berjanji akan mengungkap "kebenaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi" selama berlangsungnya unjuk rasa. Ia juga bertekad akan "menyeret semua pihak yang bertanggung jawab" atas jatuhnya banyak korban.
 
Al-Kadhimi, bersama dengan 15 dari 22 calon menteri, meraih dukungan parlemen pada Rabu malam lalu. Ia dan jajaran menterinya kemudian menyebut diri mereka sebagai kabinet "transisi" Irak.
 
Saat memegang jabatan PM Irak, al-Kadhimi menegaskan bahwa prioritasnya adalah menangani pandemi virus korona (covid-19) dan mengusut tuntas pihak yang menewaskan banyak orang dalam gelombang protes anti-pemerintah tahun lalu. Al-Kadhimi merupakan kepala badan intelijen Irak saat unjuk rasa meletus.
 
Selain soal demonstran, al-Kadhimi juga mempromosikan Letnan Jenderal Abdul Wahab al-Saadi, seorang tokoh ternama yang memainkan peran kunci dalam operasi militer Irak dalam melawan kelompok militan Islamic State (ISIS).
 
Abdul Wahab secara misterius diturunkan pangkatnya tahun lalu oleh Adel Abdul Mahdi yang kala itu menjabat PM Irak. Diturunkannya Abdul Wahab memicu kemarahan dan unjuk rasa berskala luas di Baghdad dan Irak bagian utara.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif