Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. (Foto: AFP)
Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. (Foto: AFP)

Iran Tegaskan Klaim AS soal Sanksi PBB 'Tak Berdasar'

Internasional as-iran
Willy Haryono • 20 September 2020 19:04
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menegaskan bahwa klaim Amerika Serikat mengenai penerapan kembali sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Teheran adalah sesuatu yang "tak berdasar." Ia menegaskan tidak ada mekanisme "snapback" dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 mengenai penerapan kembali sanksi internasional untuk Iran.
 
Dalam wawancara bersama televisi nasional, Zarif menggarisbawahi mekanisme "snapback" tidak disinggung dalam Resolusi 2231 dan dalam perjanjian nuklir 2015, Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
 
Ia menegaskan kata "memicu" dan "snapback" sama-sama tidak ada dalam Resolusi 2231 dan JCPOA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Amerika menggunakan trik propaganda karena masyarakat Amerika, baik para reporternya maupun (Menlu AS Mike) Pompeo sendiri belum membawa Resolusi 2231. Ia hanya merujuk pada komentar (mantan Menlu AS John) Kerry dan (Barack) Obama," kata Zarif, dilansir dari laman Iran Front Page, Minggu 20 September 2020.
 
"Tidak ada (mekanisme) snapback di Resolusi 2231," sambungnya.
 
Ia sekali lagi menegaskan, bahwa klaim AS mengenai sanksi PBB untuk Iran sudah diterapkan kembali adalah sesuatu yang tak berdasar. "Warga Amerika tahu hal ini tidak akan pernah bisa terjadi," sebut Zarif.
 
AS secara sepihak telah mendeklarasikan bahwa sanksi PBB untuk Iran sudah berlaku kembali. Menurut AS, sanksi ini sudah diterapkan kembali setelah sempat dicabut di bawah JCPOA.
 
"Hari ini, Amerika Serikat menyambut kembalinya semua sanksi PBB yang pernah dihilangkan terhadap Iran," tutur Pompeo pada Sabtu kemarin.
 
Pompeo mengklaim sanksi PBB ini sudah diberlakukan kembali kepada Iran sejak Sabtu, pukul 20.00 waktu Washington.
 
Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump juga berjanji akan "menerapkan konsekuensi" berat kepada anggota PBB manapun yang tidak mematuhi sanksi Iran ini.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif