Iran tersingkir dari Piala Dunia oleh musuh bebuyutannya Amerika Serikat. (Photo: medcom.id)
Iran tersingkir dari Piala Dunia oleh musuh bebuyutannya Amerika Serikat. (Photo: medcom.id)

Rayakan Kekalahan Timnas dari AS, Pria Iran Ditembak Mati

Medcom • 01 Desember 2022 11:52
Teheran: Seorang pria Iran ditembak mati oleh pasukan keamanan setelah merayakan kekalahan tim nasional mereka di Piala Dunia. Amerika Serikat menyingkirkan tim nasional Iran dari Piala Dunia.
 
Iran tersingkir dari Piala Dunia oleh musuh bebuyutannya Amerika Serikat di Qatar pada Selasa malam, 29 November 2022 menarik tanggapan beragam dari pendukung pro dan anti-rezim. Banyak yang menolak untuk mendukung tim nasional sebagai tanggapan atas tindakan keras pemerintah terhadap protes lebih dari dua bulan yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan.
 
Mehran Samak (27) ditembak mati setelah membunyikan klakson mobilnya di Bandar Anzali, Iran, sebuah kota di Pantai Laut Kaspia barat laut Teheran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Samak menjadi sasaran langsung dan ditembak di kepala oleh pasukan keamanan menyusul kekalahan tim nasional melawan Amerika", kata kelompok Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Oslo, yang dikutip oleh Malay Mail, Kamis, 1 Desember 2022.
 
Pusat Hak Asasi Manusia di Iran (Center for Human Rights in Iran/CHRI) yang berbasis di New York juga melaporkan bahwa dia telah dibunuh oleh pasukan keamanan saat merayakan. Tidak ada komentar segera tentang insiden tersebut dari pihak berwenang Iran.
 
Dalam kejutan yang luar biasa, gelandang internasional Iran Saeid Ezatolahi, yang bermain di pertandingan AS dan berasal dari Bandar Anzali, mengungkapkan bahwa dia mengenal Samak dan memposting foto mereka bersama di tim sepak bola remaja.
 
“Setelah kekalahan pahit tadi malam, berita kematian Anda membakar hati saya,” kata Ezatolahi di Instagram.
 
Dia tidak mengomentari keadaan kematian temannya tetapi mengatakan suatu hari topeng akan jatuh, kebenaran akan terungkap. 
 
“Ini bukan yang pantas didapatkan oleh kaum muda kita. Ini bukan yang pantas diterima bangsa kita," lanjutnya. 
 
Ezatolahi, bingung dengan hasilnya, terlihat setelah peluit akhir dihibur baik oleh rekan setimnya maupun para pemain AS. 

Pemakaman yang menegangkan


Tim Iran berada di bawah pengawasan ketat di Piala Dunia, tidak menyanyikan lagu kebangsaan di pertandingan pertama mereka tetapi melakukannya di dua pertandingan berikutnya. Itu terjadi di tengah laporan tekanan dari pihak berwenang untuk tidak menunjukkan dukungan terhadap protes. 
 
CHRI menerbitkan video dari pemakaman Samak pada Rabu, 30 November 2022 dimana para pelayat terdengar meneriakkan "Matilah diktator". Nyanyian yang ditujukan untuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei adalah salah satu slogan utama protes yang berkobar setelah kematian Amini dalam tahanan pada 16 September. Internasional Health Regulations (IHR) mengatakan bahwa pihak berwenang telah menolak untuk menyerahkan jenazah kepada keluarga. Sementara BBC Persia mengatakan pemakaman di Bandar Anzali telah berlangsung tanpa pengumuman sebelumnya dan dengan penjagaan keamanan yang ketat dalam upaya untuk menghindari insiden besar. (Mustafidhotul Ummah)
 
Baca: Kelompok HAM: 448 Orang Tewas dalam Aksi Kekerasan terhadap Unjuk Rasa di Iran
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING
TERKAIT

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif