Bantuan UNRWA untuk pengungsi Palestina. Foto: AFP.
Bantuan UNRWA untuk pengungsi Palestina. Foto: AFP.

Krisis Keuangan, UNRWA Terancam Tak Bisa Bantu Pengungsi Palestina

Internasional UNRWA
Marcheilla Ariesta • 17 September 2020 20:23
Beirut: Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) tengah mengalami krisis keuangan. Hal ini bisa memaksa UNRWA menghentikan layanannya kepada para pengungsi Palestina yang berada di bawah garis kemiskinan.
 
Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini memperingatkan bahwa penyebaran virus korona (covid-19), kehancuran ekonomi di Lebanon, serta defisit besar dalam anggaran UNRWA memperdalam keputusasaan di antara pengungsi Palestina.
 
UNRWA didirikan untuk membantu 700 ribu warga Palestina yang melarikan diri atau dipaksa meninggalkan rumah mereka selama perang dengan Israel pada 1948. Saat ini, UNRWA menyediakan pendidikan, perawatan kesehatan, makanan dan layanan lainnya untuk sekitar 5,8 juta pengungsi dan keturunan mereka di Tepi Barat, Gaza, Yordania, Suriah, dan Lebanon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari Arab News, Kamis, 17 September 2020, krisis keuangan UNRWA dipicu hilangnya semua pendanaan dari AS, donor terbesar mereka pada 2018 silam. Amerika Serikat memberikan USD360 juta (sekitar Rp5,3 triliun) kepada UNRWA pada 2017, namun hanya USD60 juta pada 2018, dan tidak memberikannya lagi selama dua tahun ini.
 
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Palestina harus kembali ke pembicaraan damai dengan Israel untuk menerima uang bantuan AS. Sejak itu, dia mengajukan rencana untuk menyelesaikan konflik yang sangat menguntungkan Israel, namun ditolak Palestina.
 
"Saya percaya bahwa menghentikan aktivitas kami karena tidak adanya biaya dapat meningkatkan keputusasaan. Rasa ini hanya dapat memicu perasaan bahwa pengungsi Palestina semakin ditinggalkan komunitas internasional," tutur Lazzarini.
 
Ia mengatakan bahwa mendukung UNRWA merupakan salah satu investasi terbaik dalam stabilitas di kawasan ini saat ini.
 
"Kita tidak bisa membiarkan situasi menjadi lebih buruk di kawasan yang sangat bergejolak," imbuhnya.
 
Lazzarini menambahkan, pandemi covid-19 juga menjadi faktor krisis keuangan bertambah parah. Pasalnya, dampaknya pada ekonomi dan keuangan juga dirasakan oleh negara-negara donor UNRWA lainnya.
 
Dia menuturkan sebagian besar negara donor saat ini dalam resesi. Padahal, Palestina membutuhkan lebih banyak bantuan karena pandemi.
 
UNRWA telah mendaftarkan 6.876 kasus infeksi covid-19 yang dikonfirmasi di antara pengungsi Palestina, sebagian besar di Tepi Barat, tempat sekitar 5.000 kasus telah terdeteksi. Lebanon, yang menampung puluhan ribu warga Palestina, mendaftarkan 430 kasus di kamp-kamp pengungsi.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif