Ambulans di Yaman bersiap salurkan bantuan untuk cegah covid-19. Foto: AFP
Ambulans di Yaman bersiap salurkan bantuan untuk cegah covid-19. Foto: AFP

Wabah Covid-19 Merebak, Pertempuran Berlanjut di Yaman

Internasional konflik yaman Virus Korona
Arpan Rahman • 17 April 2020 19:10
Sana'a: Pasukan tempur di Yaman masih melanjutkan serangan meskipun berlaku gencatan senjata. Ditambah lagi negara itu menghadapi ancaman penyebaran covid-19.
 
Utusan PBB di Yaman, Martin Griffiths, mengatakan dalam pertemuan virtual Dewan Keamanan PBB bahwa pertempuran terus berlanjut di beberapa daerah. Bahkan setelah koalisi dipimpin Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman dalam konflik mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 8 April.
 
“Kegubernuran Marib di sebelah timur Sanaa, tetap menjadi pusat gravitasi perang ini, namun itu bukan satu-satunya pertunjukan. Semakin cepat kita bisa menghentikan pertikaian, semakin baik," tegasnya, disitat dari UPI, Jumat, 17 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Griffiths mengatakan penghentian pertempuran di Yaman sangat diperlukan setelah melaporkan kasus pertama yang dikonfirmasi tentang virus korona pada 10 April.
 
"Yaman tidak dapat menghadapi dua front pada saat yang sama: perang dan pandemi. Pertempuran baru yang dihadapi Yaman dalam menghadapi virus akan memakan banyak waktu. Kita dapat menghentikan perang ini dan mengalihkan semua perhatian kita pada ancaman baru," cetus Griffiths.
 
Mark Lowcock, koordinator bantuan kemanusiaan PBB mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa 31 dari 41 programnya yang memberikan bantuan kepada Yaman dapat ditutup tahun ini setelah dana kemanusiaan PBB untuk Yaman menerima USD800 juta setara Rp12,3 triliun, sebagian kecil dari USD2,6 miliar setara Rp40,2 triliun yang diterimanya tahun lalu.
 
"Ini berarti kita harus mulai menghilangkan banyak aktivitas yang mungkin menawarkan peluang terbaik Yaman untuk menghindari covid-19," kata Lowcock.
 
Dia menambahkan, pemotongan itu akan mencakup program nutrisi, yang kehilangannya akan membuat anak-anak dengan sistem kekebalan yang lemah lebih rentan terhadap covid-19 dan penyakit lainnya.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif