Sebuah mobil polisi sedang berpatroli di Mogadishu, Somalia, 30 Oktober 2022. (HASSAN ALI ELMI / AFP)
Sebuah mobil polisi sedang berpatroli di Mogadishu, Somalia, 30 Oktober 2022. (HASSAN ALI ELMI / AFP)

Pasukan Somalia dan al-Shabaab Terlibat Baku Tembak Usai Penyerbuan Hotel

Marcheilla Ariesta • 28 November 2022 14:36
Mogadishu: Pasukan keamanan Somalia terlibat baku tembak dengan gerilyawan yang bersembunyi di sebuah hotel di Mogadishu hari ini, Senin, 28 November 2022. Baku tembak terjadi setelah al-Shabaab menyerbu tempat populer di dekat istana presiden semalam.
 
Tembakan dan ledakan sporadis masih terdengar setelah matahari terbit di sekitar Villa Rose, sebuah hotel di bagian tengah ibu kota Somalia yang sering dikunjungi politisi dan pejabat publik.
 
"Pasukan pemerintah sedang berusaha untuk 'menghilangkan' militan bersenjata di dalam Villa Rose setelah menyerang hotel dengan hujan peluru dan ledakan," kata polisi, dilansir dari The National.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Juru bicara kepolisian nasional Sadik Dudishe mengatakan, banyak warga sipil dan pejabat telah diselamatkan. Sayangnya, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
 
Saksi mata menggambarkan, dua ledakan besar diikuti oleh tembakan yang membuat orang-orang melarikan diri dari tempat kejadian di distrik Bondhere. Hotel ini berjarak beberapa jalan saja dari kantor Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud.
 
Setidaknya 10 orang, termasuk dua warga keturunan Inggris, tewas dalam serangan terbaru di Mogadishu.
 
Baca: Serangan al-Shabaab di Mogadishu Tewaskan 10 Orang, Termasuk 2 Warga Inggris
 
Al-Shabaab, sebuah kelompok militan terafiliasi al-Qaeda yang telah berusaha menggulingkan pemerintah Somalia sejak 15 tahun terakhir, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
 
Misi Transisi Uni Afrika di Somalia, pasukan militer berkekuatan 20.000 orang ditarik dari seluruh benua. Mereka memuji tanggapan keamanan 'cepat' terhadap serangan pada Minggu malam.
 
Di situsnya, Villa Rose menggambarkan dirinya sebagai hotel paling aman di Mogadishu dengan detektor logam dan tembok pembatas yang tinggi.

Serangan terhadap warga sipil

Al-Shabaab telah mengintensifkan serangan terhadap sasaran sipil dan militer. Ini dikarenakan pemerintah Somalia yang baru terpilih menerapkan kebijakan 'perang habis-habisan' melawan kelompok militan.
 
Pasukan keamanan Somalia, yang didukung oleh milisi lokal, ATMIS dan serangan udara Amerika Serikat (AS), telah mengusir al-Shabaab dari bagian tengah negara itu dalam beberapa bulan terakhir. Namun, serangan itu memicu pembalasan.
 
Pada 29 Oktober, dua mobil penuh bahan peledak meledak di Mogadishu, yang diikuti dengan tembakan senjata api. Setidaknya 121 orang tewas dan 333 lainnya terluka dalam serangan tersebut. Itu adalah serangan paling mematikan di negara Somalia dalam lima tahun terakhir.
 
Setidaknya 21 orang tewas dalam pengepungan di sebuah hotel di Mogadishu pada Agustus lalu yang berlangsung selama 30 jam, sebelum akhirnya direbut pasukan keamanan Somalia.
 
Awal bulan ini, PBB mengatakan bahwa setidaknya 613 warga sipil tewas dan 948 terluka dalam kekerasan sepanjang 2022 di Somalia. Sebagian besar kematian itu disebabkan bom rakitan (IED) yang dikaitkan dengan al-Shabaab.
 
Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2017 dan naik lebih dari 30 persen dibanding tahun lalu.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif