Banyak warga Nigeria sejak lama mendorong dibubarkannya unit kontroversial Sars dari jajaran kepolisian. (Pius Utomi Ekpei/AFP)
Banyak warga Nigeria sejak lama mendorong dibubarkannya unit kontroversial Sars dari jajaran kepolisian. (Pius Utomi Ekpei/AFP)

Dua Orang Tewas dalam Protes Kebrutalan Polisi di Nigeria

Internasional konflik nigeria krisis nigeria nigeria Muhammadu Buhari
Willy Haryono • 13 Oktober 2020 08:48
Lagos: Seorang anggota kepolisian dan satu warga sipil tewas dalam aksi protes menentang kebrutalan polisi di kota Lagos, Nigeria pada Senin, 12 Oktober. Unjuk rasa ini telah berlangsung selama enam hari berturut-turut.
 
Terdapat laporan polisi menggunakan peluru tajam saat menghadapi demonstran di Lagos, kota terbesar di Nigeria.
 
Kematian dua orang terjadi satu hari usai sebuah unit di kepolisian Nigeria dibubarkan. Selama ini unit tersebut dikenal sering menangkap orang tanpa izin, atau bahkan melakukan pembunuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pengunjuk rasa sudah sejak lama meminta agar Pasukan Khusus Anti-Perampokan (Sars) dari Kepolisian Nigeria dibubarkan.
 
Banyak demonstran masih belum puas dengan pembubaran. Ini dikarenakan jajaran anggota Sars tidak mendapat hukuman disiplin, melainkan hanya dimutasi ke divisi lain.
 
Menurut laporan koresponden BBC Ishaq Khalid dari Abuja, sejumlah saksi mata mengaku melibat beberapa korban dari kubu pengunjuk rasa usai polisi melepaskan tembakan di area Surulere di Lagos.
 
Dikutip dari laman BBC pada Selasa, 13 Oktober 2020, pedemo membalas aksi represif polisi dengan melemparkan batu dan objek lainnya. Kepolisian Nigeria mengatakan, satu aparat tewas dan dua lainnya terluka parah diserang "demonstran bersenjata."
 
Satu korban tewas lainnya adalah pria berusia 55 tahun. Kepolisian Nigeria dan demonstran sama-sama saling menyalahkan atas kematian tersebut.
 
Sementara itu, seorang ajudan dari Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mengecam penggunaan peluru tajam terhadap pengunjuk rasa. Selain peluru tajam, terdapat pula laporan bahwa polisi mengerahkan truk bersenjata ke arah bandara Lagos untuk membubarkan demonstran.
 
Sebelumnya, Buhari menjanjikan reformasi polisi secara "ekstensif." Ia juga berjanji akan menyeret personel Sars ke hadapan hukum yang terindikasi melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
 
Dalam sebuah pesan video, Buhari mengatakan bahwa pembubaran Sars adalah "langkah pertama" dalam rangkaian reformasi kepolisian di Nigeria. Ia mengatakan jajaran kepolisian di Nigeria adalah para pekerja keras, sehingga reputasinya sebaiknya tidak tercoreng hanya karena ulah segelintir oknum.
 
Baca:Kekerasan Komunal di Nigeria Pusat Tewaskan 20 Orang
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif