Prosesi pemakaman tiga orang yang tewas dibunuh tentara Israel dalam bentrokan terbaru di Tepi Barat./AFP
Prosesi pemakaman tiga orang yang tewas dibunuh tentara Israel dalam bentrokan terbaru di Tepi Barat./AFP

Bentrok Lagi, Militer Israel Bunuh 3 Warga Palestina di Tepi Barat

Marcheilla Ariesta • 09 Desember 2022 08:05
Jenin: Pasukan Israel kembali membunuh tiga warga Palestina pada Kamis, 8 Desember 2022 dalam serangan mematikan terbaru mereka di kota titik nyala Jenin. Kematian ketiga warga Palestina ini terjadi ketika kekerasan melonjak di Tepi Barat yang diduduki.
 
Pasukan Israel telah melakukan serangan hampir setiap hari di seluruh wilayah dalam beberapa bulan terakhir. Banyak di antaranya mematikan, namun ini terjadi menyusul serangkaian serangan mematikan terhadap warga Israel.
 
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan tiga orang tewas. "Mereka tewas oleh peluru dari pendudukan Israel selama agresi di Jenin pagi hari ini," kata pejabat Kementerian Kesehatan Palestina, dilansir dari France24, Jumat, 9 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Militer Israel mengatakan, pasukan memasuki Jenin untuk menahan orang yang diduga terlibat dalam kegiatan teroris.
 
"Tentara beroperasi saat menjadi sasaran tembakan langsung dan membalas dengan tembakan langsung juga," kata tentara dalam sebuah pernyataan.
 
Militer tidak mengomentari tuduhan bahwa tentara menembaki ambulans yang mengangkut salah satu yang terluka.
 
Baca juga: Balas Serangan Roket, Israel Gempur Situs Hamas di Jalur Gaza
 
Kelompok militan Jihad Islam mengatakan pejuang mereka terlibat dalam "bentrokan sengit" dengan pasukan Israel di Jenin. Sementara itu, Rumah Sakit Ibnu Sina Jenin mengidentifikasi korban tewas sebagai Atta Shalabi, Sidqi Zakarneh dan Tariq Damej.
 
Tentara Israel mengatakan, telah melakukan beberapa operasi di Tepi Barat dalam semalam untuk menangkap tersangka yang dicari di kota-kota termasuk Bethlehem dan Ramallah. Kota-kota Palestina di Tepi Barat secara nominal berada di bawah kendali Otoritas Palestina dan pasukan keamanannya.
 
Lonjakan pertumpahan darah tahun ini telah menyebabkan setidaknya 150 warga Palestina dan 26 warga Israel tewas di seluruh Israel dan Tepi Barat.
 
Korban tewas termasuk lebih dari 40 warga Palestina yang tewas selama operasi Israel di daerah Jenin, di antaranya anak-anak berusia 12 tahun dan jurnalis veteran Palestina-Amerika Shireen Abu Akleh serta militan.
 
Situasi tersebut telah mengkhawatirkan komunitas internasional. Uni Eropa mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan meningkatnya tingkat kekerasan di Tepi Barat.
 
Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serijat (AS) menyerukan agar semua pihak melakukan segala daya mereka untuk meredakan situasi.
 
Israel telah menduduki Tepi Barat, termasuk Yerusalem timur yang dianeksasi, sejak Perang Enam Hari 1967. Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Gaza, menggambarkan pembunuhan terbaru di Tepi Barat sebagai "pembunuhan pengecut" oleh pasukan Israel.
 
"Kami menyerukan massa rakyat kami di Tepi Barat dan pemuda revolusioner untuk meningkatkan perlawanan terhadap pendudukan Israel," kata mereka.
 
Gaza dilanda tiga hari pertempuran antara Israel dan militan Jihad Islam pada Agustus lalu, di mana 49 warga Palestina tewas.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif