Eks bos Mossad, Yossi Cohen. Foto: AFP.
Eks bos Mossad, Yossi Cohen. Foto: AFP.

Eks-Bos Mossad Peringatkan Ilmuwan Nuklir Iran Mungkin Jadi Target Pembunuhan

Internasional nuklir iran Iran Israel
Marcheilla Ariesta • 11 Juni 2021 20:20
Dubai: Mantan kepala dinas intelijen Mossad Israel, Yossi Cohen memberi sinyal jika Israel dibalik serangan yang menargetkan program nuklir Iran dan ilmuwan militer. Ia juga memperingatkan ilmuwan program nuklir Iran bisa menjadi target pembunuhan.
 
"Jika ilmuwan bersedia mengubah karier mereka dan tidak akan 'menyakiti' kita (Israel) lagi, kadang-kadang kami menawarkan mereka jalan keluar," kata Cohen dalam program investigasi Channel 12 Israel.
 
Dilansir dari Arab News, Jumat, 11 Juni 2021, beberapa serangan besar yang menargetkan Iran, tidak ada yang menyerang lebih besar dari dua ledakan selama setahun terakhir di fasilitas nuklir Natanz. Fasilitas sentrifugal itu memperkaya uranium dari ruang bawah tanah yang dirancang untuk melindungi mereka dari serangan udara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada Juli 2020, sebuah ledakan misterius menghancurkan perakitan sentrifugal canggih Natanz. Iran menuduh Israel berada di balik serangan itu, namun Cohen tidak secara langsung mengklaim serangan tersebut.
 
Mereka juga membahas pembunuhan November atas Mohsen Fakhrizadeh, seorang ilmuwan Iran yang memulai program nuklir militer Teheran beberapa dekade lalu.
 
Baca juga: Menlu AS: Iran Mampu Buat Bom Nuklir dalam Hitungan Minggu
 
Badan-badan intelijen AS dan Badan Energi Atom Internasional percaya bahwa Iran mengabaikan upaya terorganisir untuk mencari senjata nuklir pada tahun 2003. Iran telah lama mempertahankan programnya untuk damai.
 
"Penting bagi kami bahwa dunia akan melihat ini, tetapi hal ini juga harus beresonansi dengan kepemimpinan Iran, untuk memberi tahu mereka, ‘Teman-teman yang terkasih: Satu, Anda telah disusupi. Dua, kami (mengawasi Anda). Tiga, era kebohongan sudah berakhir," terang Cohen.
 
Iran telah berulang kali mengeluh tentang serangan Israel, dengan Duta Besar Iran untuk IAEA Kazem Gharibabadi memperingatkan insiden itu tidak hanya akan ditanggapi dengan tegas, tetapi juga tentu saja tidak memberikan pilihan bagi Iran tetapi untuk mempertimbangkan kembali langkah-langkah transparansi dan kebijakan kerjasamanya.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif