Sebanyak lima kelompok terbang (kloter) terakhir yang tersisa di Madinah, Arab Saudi diberangkatkan ke Mekkah, Arab Saudi, untuk melaksanakan Miqat bir Ali. Metro TV
Sebanyak lima kelompok terbang (kloter) terakhir yang tersisa di Madinah, Arab Saudi diberangkatkan ke Mekkah, Arab Saudi, untuk melaksanakan Miqat bir Ali. Metro TV

Metro Siang

1.972 Calon Haji Indonesia Diberangkatkan dari Madinah ke Mekkah

MetroTV • 27 Juni 2022 18:13
Madinah: Sebanyak lima kelompok terbang (kloter) terakhir yang tersisa di Madinah, Arab Saudi diberangkatkan ke Mekkah, Arab Saudi, untuk melaksanakan Miqat bir Ali. Kelima kloter tersebut terdiri dari 1.972 jemaah calon haji.
 
Ribuan calon haji ini berasal Kloter 4 Embarkasi Batam, Kloter 2 Embarkasi Makassar, Kloter 21 Embarkasi Solo, Kloter 21 Embarkasi Jakarta-Bekasi, dan Kloter 5 Embarkasi Banjarmasin.
 
“Sehingga, sampai saat ini sudah lebih dari 24.000 jemaah haji yang berangkat dari Madinah menuju Mekkah,” kata reporter Media Group Network (MGN) Susanto dalam tayangan Metro Siang di Metro TV, Senin, 27 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah jemaah haji reguler yang mendarat di Arab Saudi hingga Seninpukul 07.00 waktu setempat, 27 Juni 2022, mencapai 72.092 jemaah. Angka tersebut merupakan akumulasi kedatangan jemaah yang berangkat dari Madinah maupun Mekkah.
 
Dengan keberangkatan tersebut, suasana di kawasan Masjid Nabawi Madinah berangsur-angsur sepi. Namun, masih ada jemaah calon haji yang berasal dari negara lain seperti India, Iran, Turki, Sudan, serta negara lainnya yang beraktivitas sembari menunggu keberangkatan ke Mekkah.
 
Sementara itu, tiga calon haji dirawat di Madinah karena sakit. Sebanyak dua di antaranya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KHI) Madinah dan satu jemaah lainnya dirawat di RS Arab Saudi di Madinah.
 
Ketiga jemaah tersebut masih bisa melaksanakan haji karena akan disafari wukufkan pada tanggal 9 Zulhijah. “Akan ada tim khusus juga untuk membawa ketiga jemaah yang sakit tersebut ke Arafah dengan menggunakan ambulans,” tutur Susanto.
 
Kesehatan ketiga jemaah yang sakit akan terus dipantau oleh petugas. Jika tidak bisa mengikuti safari wukuf, petugas akan mendata para jemaah calon haji tersebut agar hajinya di-badal-kan (diwakili orang lain). (Hana Nushratu)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif