Ilustrasi miras. Foto: AFP.
Ilustrasi miras. Foto: AFP.

Tenggak Miras Oplosan, 44 Orang Tewas di Turki

Internasional turki
Marcheilla Ariesta • 13 Oktober 2020 20:30
Ankara: Sebanyak 44 orang di Turki dilaporkan meninggal karena keracunan usai meminum minuman keras oplosan. Kasus kematian pertama terjadi pada akhir pekan lalu.
 
Laman TRT World, Selasa, 13 Oktober 2020 melaporkan kematian pertama pada Jumat lalu sebanyak 18 orang. Kemudian, kasus serupa terjadi di tujuh provinsi lainnya di seantero Turki.
 
Polisi mengatakan, telah menahan 58 orang dalam empat hari terakhir. Mereka dituduh memproduksi dan menjual alkohol ilegal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari 58 orang yang ditahan, tujuh diantaranya menunggu persidangan.
 
Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan bahwa polisi mencurigai beberapa korban menggunakan pembersih berbasis alkohol untuk membuat miras oplosan.
 
"Kemungkinan miras ini dicampur pembersih berbasis alkohol," kata kementerian tersebut dalam pernyataan.
 
Di bawah pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan, tarif minuman beralkohol telah meningkat drastis.
 
Misalnya pajak minuman raki yang menjadi minuman ikonik dari Turki melonjak sebesar 443 persen dalam dekade terakhir, sementara pajak bir sebesar 365 persen.
 
Karena pajaknya yang tinggi ini, sejumlah warga Turki memilih menenggak miras oplosan.
 
Pakar perpajakan di Baskent University, Ozan Bingo, pajak alkohol yang berlebihan akan mendorong warga untuk mengkonsumsi produk palsu, menyebabkan peningkatan biaya kesehatan negara bagian dan menyebabkan banyak kematian yang dapat dicegah.
 
"Hal ini berlawanan dengan anggapan umum, penerimaan pajak negara tidak akan meningkat, tetapi menurun," kata Bingol.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif