Pangeran Philip wafat di usia 99 tahun. Foto: BBC
Pangeran Philip wafat di usia 99 tahun. Foto: BBC

Istirahatlah, Tugasmu Telah Usai, Pangeran

Internasional Inggris ratu elizabeth Pangeran Philip
Marcheilla Ariesta • 12 April 2021 06:53
London: Kerajaan Inggris berduka kehilangan sosok pria hebat, pria yang rela berkorban mendukung istrinya sebagai penerus takhta. Pangeran Philip meninggal di usia 99 tahun pada Jumat, 9 April lalu.
 
Kabar kematian sang pangeran diumumkan Istana Buckingham pada Jumat siang waktu setempat. Segera setelah pengumuman, karangan bunga dari warga Inggris langsung memenuhi gerbang depan istana.
 
Saya mencari tahu sosok Pangeran Philip sejak menonton serial The Crown yang menceritakan kisah keluarga Kerajaan Inggris. Mereka menggambarkan pribadi Duke of Edinburgh itu sebagai pria yang rela mengorbankan ego dan karirnya untuk mendukung sang istri, Elizabeth sebagai ratu Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mungkin saja ia terpaksa berkorban karena tidak ada pilihan lain, terlebih saat itu sangat mendadak akibat kematian ayah Elizabeth yang juga tiba-tiba. Namun, kenyataan dia meninggalkan kariernya di Angkatan Laut Inggris dan membiarkan istrinya 'berjalan' beberapa langkah di depannya, tetap saja membuatnya terlihat sebagai pria romantis.
 
Padahal, Philip bisa saja menjadi petinggi penting di Angkatan Laut Inggris. Ia memiliki karier yang sangat cemerlang dan diprediksi akan mampu memimpin angkatan bersenjata negara itu.
 
Jika ada penghargaan bagi kampanye ‘He for She’ yang dikeluarkan PBB agar para suami atau pria mendukung istri mereka untuk terus berkarya, mungkin Pangeran Philip bisa menjadi salah satu penerimanya.
 
Pada penobatan Ratu Elizabeth II, Philip berlutut di hadapan istrinya, dan bersumpah untuk menjadi "bawahan hidup dan anggota tubuhnya". Anak-anaknya tidak akan menyandang namanya, Mountbatten.
 
Terlepas dari itu semua, ia memang pecinta keluarga. Ia memang sangat tegas, terlebih kepada anak sulungnya, Pangeran Charles, calon penerus takhta.
 
Anak-anaknya menggambarkan sosok sang ayah dalam wawancara mereka dengan BBC. Pangeran Charles menuturkan Philip sangat tegas membuat orang-orang berhati-hati saat berbicara dengannya.
 
"Dia sangat baik dalam memperlihatkan cara melakukan sesuatu, menginstruksikan orang untuk melakukan berbagai hal," kata Charles. 
 
Philip memang dikenal tegas, mungkin karena pembawaannya di militer. Ia juga terkenal disiplin dan membenci omong kosong politisi yang bertemu dengan istrinya.
 
Sementara itu, putri satu-satunya, Putri Anne menggambarkan sang ayah selalu ada untuk mereka. Anne disebut sebagai kesayangan Philip karena mungkin merupakan anak perempuan satu-satunya.
 
"Jika ada masalah, kami akan selalu berbicara dengannya. Ia akan mendengarkan dan mencoba menolong," kata Anne dalam wawancara tersebut.
 
Pangeran Andrew, anak ketiga Pangeran Philip, juga menyampaikan kenangan bersama sang ayah semasa anak-anak. Seperti keluarga lain, Pangeran Philip pergi bekerja di pagi hari.
 
"Namun saat malam hari, kita semua berkumpul bersama, duduk di sofa, dan ayah biasanya membacakan cerita kepada kami," ungkap Duke of York tersebut. 
 
Ia juga dikenal sangat setia. Walaupun pernah dirumorkan berselingkuh, namun tudingan tersebut tidak berlanjut. Philip tetap berada disamping Ratu Elizabeth II hingga pernikahan mereka mencapai usia ke-73 sebelum ia meninggal.
 
Si bungsu, Pangeran Edward mengatakan bahwa Pangeran Philip selalu mendukung dan memandu dengan setia setiap keputusan yang diambil oleh anak-anaknya. 
 
"Ayah tidak pernah menghalangi berbagai aktivitas yang ingin kami coba atau lakukan. Ia justru mendukung semuanya," sebut Earl of Wessex tersebut. 


Pangeran Abadi

Pangeran Philip lahir di Pulau Corfu Yunani pada 10 Juni 1921 tetapi bukan orang Yunani. Leluhurnya adalah Denmark, Jerman dan Inggris. Ayahnya adalah Pangeran Andrew dari Yunani dan Denmark, putra bungsu Raja George I dari Hellenes. Ibunya, Putri Alice, adalah putri Lord Louis Mountbatten dan cicit Ratu Victoria.
 
Keluarganya diusir ke pengasingan pada 1922 ketika Raja Konstantin dari Yunani digulingkan dalam kudeta.
 
Sebuah kapal perang Inggris membawa keluarga pangeran ke Prancis ketika dia berusia 18 bulan. Pangeran muda itu berlayar ke tempat yang aman dengan dipan yang terbuat dari kotak jeruk. Tahun-tahun awalnya dihabiskan dengan mengembara saat keluarganya pindah dari satu negara ke negara lain.
 
Pangeran muda itu bersekolah di beberapa sekolah Eropa, termasuk Gordonstoun, di Moray -,tempat ia kemudian mengirim putra-putranya- sebelum menjadi kadet di Britannia Royal Naval College di Dartmouth.
 
Philip memiliki empat kakak perempuan yang menikahi pria Jerman di masa perang. Di saat dia berperang bersama Royal Navy dan membela Inggris, ketiga kakaknya secara aktif mendukung tujuan Nazi. Pada akhirnya tidak ada satu pun kakaknya diundang ke pernikahannya bersama Elizabeth, yang saat itu belum naik takhta.
 
Pada saat dia bersekolah di Gordonstoun, sebuah sekolah swasta di pantai utara Skotlandia, Philip sudah berubah menjadi tangguh, mandiri dan mampu mengurus dirinya sendiri. Gordonstoun akan menyalurkan sifat-sifat itu ke dalam filosofi sekolah yang berbeda tentang layanan masyarakat, kerja tim, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap individu. 
 
Dia juga seorang pencinta lingkungan sebelum ada yang benar-benar tahu apa itu. Dia memperingatkan tentang "eksploitasi alam yang serakah dan tidak masuk akal." Pada 1982 dia mengangkat topik yang sekarang mencengkeram dunia, tetapi saat itu hampir tidak pernah dibicarakan,
 
“Masalah hangat yang diperdebatkan secara langsung terkait dengan perkembangan industri adalah penumpukan karbondioksida di atmosfer," yang ia sebut sebagai "efek rumah kaca".
 
Sejak menikah dan istrinya menjadi ratu, ia membenamkan dirinya dengan sepenuh hati dalam kehidupan nasional, mengukir peran publik yang unik. Dia adalah anggota keluarga kerajaan yang paling energik.
 
Bahkan ketika sudah lanjut usia, dia dapat terlihat berjalan-jalan sambil membawa anak-anak kecil melewati penghalang keamanan. Ia membawa mereka bertemu dengan sang istri yang merupakan penguasa Inggris.
 
Namun pada 2017, ia mengundurkan diri dari tugas kerajaan. Terpaksa Philip menyudahinya karena faktor kesehatannya yang tak memungkinkan.
 
Selamat jalan, Pangeran. Beristirahatlah, tugasmu telah usai.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif