Kebocoran pipa gas bawah laut Nord Stream. Foto: AFP
Kebocoran pipa gas bawah laut Nord Stream. Foto: AFP

Siapa yang Sabotase Nord Stream?

Wahyu Dwi Anggoro • 03 Oktober 2022 05:45
Krisis energi di Eropa menjadi tambah rumit setelah pipa gas Nord Stream mengalami kerusakan parah. Insiden ini terjadi di tengah memanasnya konflik antara Rusia dengan Ukraina dan Barat.
 
Berbagai pihak mengatakan, kebocoran pipa gas Nord Stream merupakan sebuah sabotase. Namun, siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas insiden ini sepertinya sulit untuk ditemukan jawabannya.
 
Di satu sisi, Barat merasa Rusia berada di balik rusaknya jaringan pipa gas tersebut. Di sisi lain, Rusia menuduh Barat memiliki motif kuat untuk menyabotase Nord Stream.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak cukup hanya menjatuhkan sanksi, Kubu Anglo-Saxon kini juga melakukan sabotase," kata Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.
 
Nord Stream adalah jaringan pipa gas yang menghubungkan Rusia dan Jerman melewati Laut Baltik. Keberadaan Nord Stream memicu kontroversi bahkan sebelum pecahnya perang di Ukraina. Banyak pihak di Barat khawatir Nord Stream membuat Jerman menjadi bergantung dengan Rusia.
 
Di tengah berkecamuknya perang di Ukraina, nasib Nord Stream menjadi isu yang hangat. Sesaat setelah Rusia menginvasi Ukraina, Jerman menangguhkan operasi Nord Stream 2. Selama berlangsungnya invasi, Rusia beberapa kali menghentikan aliran gas melalui Nord Stream 1 karena alasan teknis.
 
"Ini adalah sebuah sabotase yang direncanakan. Putin sedang menyebarkan disinformasi dan kebohongan," kata Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pekan lalu.
 
Menurut beberapa pengamat, insiden ini mungkin juga didalangi pihak ketiga selain AS dan Rusia. Ukraina mempunyai alasan kuat untuk menyerang infrastruktur milik Rusia. Selain itu, negara-negara di sekitar Laut Baltik terkenal dengan sikap anti-Rusia yang kental.
 
"Rusia tidak memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara Baltik dan mereka memiliki kemampuan untuk menyabotase Nord Stream," tulis pengamat keamanan Stephen Bryen di Asia Times.
 
Sulit untuk menemukan kejelasan di tengah hingar-bingar konflik di Ukraina. Kedua kubu saling menuduh dan menyalahkan pihak lainnya. Semuanya merupakan bagian dari upaya untuk memenangkan perang.
 
Yang pasti, sabotase ini menunjukkan konflik antara Barat dan Rusia jauh dari kata usai. Justru sebaliknya, situasi di Eropa kini semakin mengkhawatirkan. Dunia menyaksikan kondisi geopolitik global makin penuh ketidakpastian.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif