Para pemimpin dunia dalam foto bersama KTT G20 di Osaka, Jepang, jumat 28 Juni 2019.
Para pemimpin dunia dalam foto bersama KTT G20 di Osaka, Jepang, jumat 28 Juni 2019.

KTT G20: Apa yang Dibicarakan Para Pemimpin Dunia?

Internasional ktt g20
Arpan Rahman • 28 Juni 2019 15:08
Osaka: Para pemimpin dunia dari 19 negara termasuk dari Uni Eropa bertemu di Osaka, Jepang, mulai Jumat.
 
Mereka adalah ‘Kelompok 20’,-G20-,tetapi apa sebenarnya KTT tersebut, dan mengapa itu penting?
 
Apa itu G20?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


G20 merupakan pertemuan tahunan para pemimpin dari negara-negara dengan ekonomi terbesar dan pertumbuhan tercepat. Anggotanya merupakan 85 persen dari PDB dunia, dan dua pertiga dari populasinya.
 
Grup ini tidak memiliki staf tetap, sehingga setiap tahun pada Desember, negara G20 dari wilayah tertentu secara bergilir menjadi presiden.
 
Negara itu kemudian bertanggung jawab untuk menyelenggarakan KTT berikutnya, serta pertemuan-pertemuan kecil di tahun mendatang.
 
Mereka juga dapat memilih buat mengundang negara-negara non-anggota sebagai tamu. Spanyol selalu diundang.
 
Dilansir dari BBC, Jumat 28 Juni 2019, pertemuan G20 pertama terjadi di Berlin pada 1999, setelah krisis keuangan di Asia Timur mempengaruhi banyak negara di dunia.
 
Kelompok ‘Group of Eight’ (G8) yang ada di negara dengan ekonomi terkaya di dunia diperluas dengan memasukkan ekonomi yang tumbuh cepat seperti Tiongkok, Brasil, dan Arab Saudi -- meskipun G8 telah menyingkirkan Rusia dan sekarang menjadi G7.
 
Pada awalnya, G20 sebagian besar dihadiri oleh menteri keuangan dan gubernur bank sentral.
 
Komposisi itu berubah setelah krisis keuangan global pada 2008. Sejumlah bank runtuh, pengangguran meningkat, dan upah mandek, organisasi ini berubah menjadi dewan darurat untuk presiden dan perdana menteri.
 
Sekarang, mereka selalu hadir.
 
Apa yang didiskusikan?
 
Para pemimpin dunia berkumpul guna membahas masalah keuangan dan ekonomi yang paling penting saat itu.
 
Anggota kemudian mencoba memastikan bahwa rencana mereka terkoordinasi. Diperkirakan perdagangan, perubahan iklim, dan krisis dalam hubungan dengan Iran akan menjadi topik besar tahun ini.
 
Para pemimpin juga memiliki banyak pembicaraan penting tentang efek samping KTT. Ada banyak ketertarikan dengan siapa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu.
 
Pembicaraan terpisah akan diadakan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, serta antara Trump bersama Perdana Menteri India Narendra Modi untuk berbicara tentang tarif -- pajak tambahan buat impor dan ekspor.
 
Perdana Menteri Theresa May yang akan meletakkan jabatan juga akan bertemu dengan para pemimpin Rusia. Ekonomi dunia sering kali menjadi topik utama pembicaraan di G20.
 
Misalnya, pada KTT 2009 di London, para pemimpin dunia berkomitmen untuk injeksi USD5 triliun ke dalam ekonomi global. Langkah ini mencoba dan mengekang dampak terburuk dari krisis keuangan.
 
Tapi topik lain sering kali dibahas: misalnya, forum memperdebatkan bagaimana mengelola gencatan senjata parsial di Suriah pada KTT 2017.
 
Mengapa ada sesi 'foto keluarga'?
 
Para kepala pemerintahan sering berpose bersama untuk sebuah foto kelompok. Ini digunakan sebagai kesempatan untuk menjual perjanjian apa pun yang telah ditandatangani para pemimpin -- tetapi seringkali perselisihanlah yang menjadi berita utama.
 
Tahun lalu, beberapa pemimpin dunia berusaha keras buat berjabat tangan dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Dia berdiri di ujung kanan foto dan sebagian besar diabaikan.
 
Ini kali pertama dia muncul di panggung internasional sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di sebuah konsulat Saudi di Istanbul.
 
Apakah G20 sukses?
 
Terkesan bahwa ukuran kecil kelompok itu bisa menjadi kutukan dan berkah. Hanya sedikit pemimpin yang terlibat mungkin berarti bahwa keputusan dapat dibuat lebih cepat.
 
Tetapi telah diperdebatkan bahwa mengecualikan sejumlah besar negara dari diskusi penting itu tidak adil. Sekitar 170 negara tidak diundang ke pertemuan.
 
Kelompok itu juga telah dikomentari sebagai "toko obrolan", di mana sedikit kemajuan nyata dibuat.
 
Tidak ada suara resmi di pertemuan dan perjanjiannya tidak mengikat secara hukum. Namun demikian, dikatakan bahwa jika tidak ada, itu perlu juga diciptakan.
 
Seringkali, demonstrasi besar terjadi di sekitar KTT. Pada 2009 Ian Tomlinson, seorang penjual koran, tewas dalam protes G20 di London setelah terjebak dalam protes di tengah perjalanan pulang.
 
Ribuan demonstran berbaris di Buenos Aires untuk memprotes kebijakan ekonomi G20 tahun lalu. Tahun ini, protes terhadap RUU ekstradisi Hong Kong telah direncanakan menjelang KTT.
 
Keanggotaan penuh G20 terdiri dari Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif