Panmunjom, Desa Tempat Tentara Korea dan Negosiator Bertemu
Seorang prajurit Korsel berdiri di desa Panmunjom, DMZ. (Foto: AFP/ED JONES)
Panmunjom: Di antara deretan pondok berwarna biru langit di perbatasan wilayah Korea Utara dan Selatan, tentara kedua belah pihak berhadapan satu sama lain.

Terletak di Zona Demiliterisasi (DMZ), Panmunjom menjadi tempat delegasi Korut dan Korsel bertemu untuk kali pertama sejak dua tahun terakhir, Selasa 9 Januari 2018. Lokasi ini menjadi titik kontak tradisional di perbatasan kedua negara, dan juga merupakan representasi fisik dari efek abadi Perang Korea 1950-53.

Jutaan warga Korea tewas dalam konflik tersebut. Gencatan senjata yang ditandatangani di Panmunjom membuat semenanjung itu terbelah dua. Kedua negara Korea secara teknis masih berperang karena tidka ada perjanjian damai formal.


Terlepas dari namanya, DMZ yang memisahkan kedua Korea adalah salah satu perbatasan terketat di dunia, yang dipenuhi ladang ranjau dan menara pengawas. 

Panmunjom satu-satunya tempat di DMZ di mana kedua belah pihak bisa bertatap muka. Perbatasan itu hanya dipisahkan oleh tembok beton rendah.

Di titik ini pernah terjadi disaksikan sejumlah kejadian dramatis. Baru-baru ini, seorang tentara Korut berusaha membelot dengan menyeberangi perbatasan. Ketika itu, rekan-rekannya menembakkan setidaknya 40 kali tembakan senjata api ke arahnya.

Baca: Militer Korsel Lepaskan 20 Tembakan Lindungi Tentara Korut Pembelot

Pembelotan sebelumnya terjadi di Panmunjom, terutama pada 1984, kala seorang mahasiswa Rusia asal Moskow berlari melintasi perbatasan. Pelarian itu memicu kontak senjata 30 selama menit yang menyebabkan empat orang tewas, meskipun dia sendiri tidak terluka.

Penembakan lainnya tercatat pada 1967 ketika jurnalis senior dari Kantor Berita Pusat Korut (KCNA) yang dikelola negara Utara membelot saat meliput perundingan militer.

Sempat muncul kekhawatiran akan adanya konflik berskala penuh pada 1976, saat sekelompok tentara Korut membunuh dua tentara Amerika Serikat (AS) yang sedang menebang pohon di dekat DMZ.



Daya Tarik Wisata

Seorang presiden dari Amerika Serikat (AS) biasa pergi ke DMZ saat mengunjungi Korsel sebagai bentuk simbolis komitmen Washington dalam membela Seoul.

Namun cuaca buruk memaksa Donald Trump membatalkan perjalanan dadakan ke sana pada November. Sebelum itu, kantor kepresidenan melabeli kunjungan semacam itu dengan sebutan "klise."

Pemimpin Korut Kim Jong-Un pernah ke Panmunjom pada 2012. Media pemerintah Korut memotret dirinya saat melihat ke seberang perbatasan melalui teropong. Kunjungan dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan.

Selama bertahun-tahun, situs ini telah berubah menjadi daya tarik utama untuk dikunjungi orang-orang asing.

"Sangat menyedihkan menemukan sebuah negara bisa terbelah seperti ini," kata Julia Ahn, pelajar berusia 24 tahun asal New York, dalam sebuah perjalanan ke Panmunjom. "Informasinya bagus, tapi sangat sulit saya terima," bubuhnya seperti dilansir AFP, Selasa 9 Januari 2018.

Perundingan terbaru hari ini, yang pertama dalam dua tahun terakhir, diadakan di Peace House. Letaknya di sisi selatan wilayah netral. Korut juga memiliki tempat untuk diskusi di Tongilgak.

Utara dan Selatan sangat terpecah, sehingga tidak ada komunikasi langsung via telepon antara warga biasa. Namun kedua bangunan tersebut terhubung ke Seoul dan Pyongyang, sehingga diskusi dapat dipantau secara ketat oleh pejabat di dua ibu kota tersebut.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360