Presiden Tiongkok Xi Jinping kuatkan kekuasaan. Foto:AFP
Presiden Tiongkok Xi Jinping kuatkan kekuasaan. Foto:AFP

Kepemimpinan Xi Jinping Makin Kuat di Tiongkok

Harianty • 07 November 2022 10:17
Presiden Tiongkok Xi Jinping kembali terpilih menjadi pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk periode ketiga. Xi dipastikan akan kembali menjadi presiden Tiongkok lima tahun ke depan.
 
Dalam pemungutan suara tertutup di Kongres Nasional ke-20 PKT yang berlangsung dari tanggal 16-22 Oktober di Balai Agung Rakyat, Beijing,Xi Jinping kembali terpilih sebagai Sekjen PKT. Xi hampir pasti akan terpilih sebagai pucuk pimpinan Tiongkok periode mendatang, yang akan diumumkan pada pertemuan tahunan Kongres Rakyat Nasional Tiongkok pada bulan Maret 2023.
 
Xi sudah sejak lama digadang-gadang kembali duduk sebagai sekjen PKT di periode ketiganya. PKT juga mengubah konstitusi yang menghapus batasan periode masa jabatan presiden. Terpilih kembalinya Xi membuat dirinya menjadi pemimpin tiongkok terkuat setelah Mao Zedong pendiri republik rakyat tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konferensi pers usai Kongres Nasional ke-20 PKT,Xi Jinping juga menegaskan bahwa dunia membutuhkan Tiongkok, dan Tiongkok membutuhkan dunia untuk terus berkembang. Xi juga mengatakan bahwa Tiongkok mampu menciptakan dua keajaiban yakni percepatan ekonomi dan kestabilan sosial jangka panjang.
 
“Modernisasi ala Tiongkok” yang diusulkan oleh Xi Jinping dalam laporan Kongres PKT juga menjadi topik hangat, yaitu modernisasi sosialis yang dipimpin oleh Partai Komunis Tiongkok,tidak hanya memiliki karakteristik umum modernisasi semua negara, tetapi juga memiliki karakteristik Tiongkok berdasarkan kondisi nasionalnya sendiri.
 
“Modernisasi ala Tiongkok” adalah modernisasi dengan jumlah penduduk yang besar, modernisasi yang mensejahterakan seluruh rakyat, modernisasi yang menyelaraskan peradaban material dan spiritual, modernisasi di mana manusia dan alam hidup berdampingan secara harmonis, dan modernisasi yang mengambil jalan pembangunan yang damai.
 
Modernisasi ini memiliki sembilan persyaratan penting: mematuhi kepemimpinan PKT, mematuhi sosialisme dengan karakteristik Tiongkok, mencapai pembangunan berkualitas tinggi, mengembangkan demokrasi rakyat, memperkaya spiritual rakyat, mencapai kemakmuran bersama untuk semua orang, mempromosikan koeksistensi yang harmonis antara manusia dan alam, mempromosikan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia dan menciptakan bentuk baru peradaban manusia. Tujuan utama dari modernisasi tersebut adalah mendorong kemakmuran seluruh rakyat Tiongkok.
 
Xi juga memaparkan beberapa tujuan pembangunan Tiongkok di bidang ekonomi, IPTEK, budaya, dll pada 2035. Pemaparan Xi mencerminkan kehidupan warga Tiongkok di masa depan secara lebih jelas.
 
Sejak Xi menjabat sebagai sekjen PKT selama 10 tahun, Tiongkok telah mengalami perubahan penting. Total volume ekonomi telah melonjak dari 54 triliun yuan menjadi 114 triliun yuan, mengentaskan kemiskinan, membangun masyarakat yang cukup sejahtera secara menyeluruh.
 
Oleh karena itu, terpilihnya kembali Xi Jinping adalah aspirasi partai, aspirasi rakyat, dan harapan semua orang.
 
Hal ini tidak hanya dapat mendorong terwujudnya modernisasi ala Tiongkok, tetapi juga memainkan peran penting dalam perdamaian, stabilitas dan pembangunan kawasan dan dunia.
Dengan terpilihnya Xi kembali, ada harapan besar hubungan Indonesia-Tiongkok akan tetap kuat dan harmonis. Secara personal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Xi memiliki hubungan yang baik,Sehingga invetasi Tiongkok ke Indonesia kedepannya akan bertambah dan makin menguntungkan.
 
Presiden Jokowi pada ucapan selamat atas terpilihnya kembali Xi Jinping mengatakan bahwa menantikan untuk bekerja sama dalam lebih memperkuat kemitraan Indonesia-Tiongkok dan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik dan sekitarnya.
Namun, kepemimpinan Xi dalam lima tahun kedepan juga membawa tantangan tersendiri,salah satunya adalah masalah ekonomi. Perekonomian Tiongkok yang melambat membuat Xi harus mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mumpuni untuk menangkal segala krisis yang kemungkinan akan dihadapi.
 
Tidak hanya itu, Selama Xi menjabat sebagai pemimpin Tiongkok, hubungan Amerika Serikat (AS)dan Tiongkok kerap kali memanas, apalagi dua negara adidaya dengan ekonomi terbesar di dunia dapat terlibat dalam konflik atas Taiwan.Namun,AS telah menegaskan bahwa pemerintahan Biden mengelola secara bertanggung jawab, persaingan dengan Tiongkok.
 
Di saat pandemi covid-19 yang masih melanda seluruh dunia, Xi juga akan dihadapkan pada kebijakan ketat nol-Covid yang saat ini masih diterapkan, apakah kedepannya negeri tirai bambu siap untuk membuka akses ke dunia luar setelah dua tahun pembatasan dan karantina yang ketat.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif