Ferdinand Marcos Jr saat berkampanye di Laoag City, Filipina, 25 Maret 2022. (Ted ALJIBE / AFP)
Ferdinand Marcos Jr saat berkampanye di Laoag City, Filipina, 25 Maret 2022. (Ted ALJIBE / AFP)

Kenapa Rakyat Filipina Memilih Anak Diktator Sebagai Presiden?

Wahyu Dwi Anggoro • 16 Mei 2022 11:42
Manila: Hasil Pemilu Presiden Filipina pekan lalu, walau pun sesuai prediksi lembaga jajak pendapat, namun tetap terasa mengejutkan. Rakyat Filipina memilih Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr. -- anak dari mantan diktator Ferdinand Marcos Sr. -- sebagai pengganti Rodrigo Duterte. Setelah menunggu lebih dari 30 tahun, dinasti Marcos kembali ke puncak kekuasaan.
 
Mengapa rakyat Filipina memilih anak diktator sebagai pemimpin mereka? Para pengamat menyebut kemenangan Bongbong disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, kampanye besar-besaran keluarga Marcos di media sosial.
 
Selama bertahun-tahun, keluarga Marcos berusaha memperbaiki reputasinya. Melalui platform seperti YouTube dan TikTok, mereka mengeklaim bahwa era kepemimpinan Marcos tidaklah seburuk itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kampanye masif keluarga Marcos didukung situasi di Filipina yang masih saja dihadapkan dengan tingginya kemiskinan dan maraknya korupsi. Kondisi tersebut membuat banyak rakyat Filipina mendambakan pemimpin dengan citra yang kuat dan tegas.
 
Selain itu, Bongbong secara perlahan meniti karier politiknya dari bawah. Setelah sempat terusir dari Filipina dan tinggal di pengasingan, ia membangun kembali dinasti Marcos di Provinsi Ilocos Norte. Terletak di Pulau Luzon, Ilocos Norte merupakan basis kuat keluarga Marcos.
 
Dari Ilocos Norte, Bongbong lalu melebarkan sayapnya ke tingkat nasional. Pada 2010, ia berhasil terpilih menjadi senator. Pada 2016, ia bertarung di pemilihan wakil presiden meskipun berujung dengan kekalahan.
 
Bongbong berkukuh gaya kepemimpinannya berbeda dengan ayahnya. Ia berjanji akan menjadi presiden bagi seluruh rakyat Filipina, baik kubu pro-Marcos mau pun kelompok anti-Marcos.
 
"Jangan nilai saya dari sosok orang tua saya. Nilai saya dari aksi-aksi saya," kata Bongbong usai memenangkan pemilihan presiden.
 
Faktor penting lainnya di balik kemenangan Bongbong adalah keberhasilannya menggandeng Sara Duterte menjadi pasangannya. Sebagai anak dari petahana, Sara awalnya adalah calon terkuat di pemilihan presiden. Namun, ia secara mengejutkan lebih memilih untuk ikut dalam pemilihan wakil presiden.
 
Setelah menggandeng Sara, Bongbong dengan mudah meraup suara di wilayah selatan Filipina. Kota Davao dan wilayah-wilayah lainnya di selatan Filipina merupakan basis kuat keluarga Duterte. Aliansi Marcos-Duterte terbukti terlalu sulit untuk dikalahkan.
 
Digelar pada 9 mei, hasil tidak resmi pemilihan presiden di Filipina menunjukkan Bongbong meraih kemenangan besar. Ia sukses meraup lebih dari 59 persen suara.
 
Di posisi kedua, Leni Robredo yang didukung kelompok anti-Marcos hanya dapat mengumpulkan sekitar 27 persen suara. Hasil resmi akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum Filipina pada akhir Mei.
 
Baca:  Marcos Jr Menangi Pilpres Filipina, Hikmahanto: Pemilih Terbagi dari Dua Generasi

 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif