Suasana seminar toleransi beragama. (Foto: Dok. KBRI Berlin)
Suasana seminar toleransi beragama. (Foto: Dok. KBRI Berlin)

Indonesia Jadi Inspirasi Toleransi Beragama Bagi Jerman

Internasional indonesia-jerman toleransi beragama
Sonya Michaella • 01 Mei 2019 08:00
Berlin: Toleransi antar umat beragama di tengah pluralisme masyarakat yang sangat kompleks di Indonesia mendapat pengakuan dari Jerman. Konsep Islam berkemajuan dan Islam jalan tengah yang dianut mayoritas masyarakat Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam menghidupkan nilai toleransi.
 
Dalam seminar bertajuk "Tolerance of Islam in Pluricultural Societies" yang digagas Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno, dijelaskan bahwa Islam tidak identik dengan etnis tertentu.
 
"Kita perlu mengenalkan ke publik Jerman warna lain dari Islam. Islam tidak identik dengan etnis tertentu. Islam yang dipraktekan masyarakat Indonesia adalah contoh nyata bagaimana Islam mampu menjadi pelopor toleransi di tengah ratusan etnis yang sangat heterogen," kata Kepala Departemen Bidang Urusan Agama, Kementerian Luar Negeri Jerman, Dubes Volker Berresheim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seminar yang menghadirkan tokoh lintas kalangan dan agama, seperti anggota Parlemen Jerman, organisasi Islam, Kristen dan Yahudi, kalangan media dan kelompok LSM ini menyuguhkan Azyumardi Azra sebagai pembicara, menurut keterangan tertulis KBRI Berlin kepada Medcom.id, Rabu 1 Mei 2019.
 
"Islam Indonesia dikenal sebagai the smiling dan colorful Islam, Islam yang penuh warna dan kedamaian. Islam Indonesia sangat tidak kental dengan Arab tetapi bukan berarti tidak lebih Islami dari negara Arab. Sejumlah peneliti mengungkapkan bahwa masyarakat muslim Indonesia lebih taat menjalankan syariat Islam, seperti puasa, sholat Jumat, dan haji dibandingkan beberapa negara di Timur Tengah," ucap Azra.
 
Melalui seminar ini, Kemenlu Jerman ingin memperoleh masukan dari para peserta seminar, terutama dari narasumber Indonesia dan Azerbaijan, tentang langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan.
 
Stigma bahwa Islam menjadi ancaman terhadap stabilitas masyarakat, khususnya dikaitkan dengan arus migrasi dari negara-negara Timur Tengah ke Jerman, merupakan fakta yang berkembang di Jerman.
 
Penguatan nilai-nilai multikulturalisme di masyarakat, penguatan dialog antar dan inter agama, dialog pemimpin agama dengan pemerintah, diseminasi tentang ajaran agama yang benar melalui pendidikan formal di sekolah dan universitas, dirasa perlu.
 
Selain itu penting bagi para pemimpin agama untuk merumuskan early warning mechanism untuk mengidentifikasi dan mengatasi gerakan-gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama tertentu.
 
Saat ini, sekitar 7.000 WNI tinggal di Jerman dan didorong oleh KBRI Berlin untuk menjadi agen diseminasi toleransi antaragama dan konsep Islam Indonesia yang moderat dan damai kepada publik Jerman.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif