PM Inggris dalam konferensi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 26 Juni 2015. AFP / ALAIN JOCARD
PM Inggris dalam konferensi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 26 Juni 2015. AFP / ALAIN JOCARD

Usai Pembantaian di Tunisia, PM Inggris Bertekad Perangi ISIS

Willy Haryono • 29 Juni 2015 11:20
medcom.id, London: Perdana Menteri Inggris David Cameron bertekad memerangi ekstremisme setelah terjadinya penembakan massal yang menewaskan sedikitnya 38 orang, termasuk warga Inggris. 
 
"Selain terpukul dan berduka, kita harus menambahkan satu kata lagi: penyelesaian. Penyelesaian yang tak tergoyahkan. Kita semua harus berdiri tegak," tulis Cameron dalam surat kabar Daily Telegraph, Senin (29/6/2015). 
 
"Kita harus lebih kuat membela nilai-nilai perdamaian, demokrasi, toleransi, kebebasan," sambung dia. "Kita harus menolak siapapun yang mendukung ideologi ekstremis."

Jumlah warga Inggris yang menjadi korban jiwa penembakan massal di kawasan resor Port el Kantaoui diperkirakan bertambah menjadi lebih dari 30, dari jumlah awal 15. 
 
Tiga warga Irlandia, satu Belgia, satu Portugal dan satu Jerman, juga tewas saat pelaku menembakkan senjatanya tanpa ampun pada Jumat kemarin. Serangan ini diklaim dilakukan kelompok militan Islamic State (ISIS).
 
Cameron meminta adanya perlawanan terhadap propaganda ISIS di dunia maya, dan juga adanya penguatan institusi politik di luar negeri. 
 
"Kita juga harus mengatasi masalah ini dari sumbernya, di tempat-tempat seperti Suriah, Irak dan Libya, dimana ISIS menjalankan rencana jahatnya," ucap Cameron, menggunakan akronim lain dari ISIS. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan