NEWSTICKER
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers terkait virus korona COVID-19 di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2020. (Foto: AFP/FABRICE COFFRINI)
Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers terkait virus korona COVID-19 di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2020. (Foto: AFP/FABRICE COFFRINI)

WHO Khawatir Korona COVID-19 Menjadi Pandemik Global

Internasional Virus Korona Coronavirus virus corona
Willy Haryono • 25 Februari 2020 06:57
Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa wabah virus korona COVID-19 telah melewati puncaknya di Tiongkok, namun khawatir terhadap lonjakan kasus di sejumlah negara lain. WHO khawatir virus ini dapat menjadi pandemik global, dan menyerukan seluruh negara dunia untuk mempersiapkan diri.
 
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan puncak wabah korona di Tiongkok terjadi antara tanggal 23 Januari dan 2 Februari. Jumlah kasus korona di negara tersebut terus menurun secara berkala.
 
"(Penyebaran) virus ini dapat dikendalikan," ucap Tedros kepada awak media di Jenewa, dilansir dari AFP. WHO menilai Tiongkok sudah melakukan langkah tepat dengan mengkarantina sejumlah kota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lonjakan kasus korona di sejumlah negara juga memicu penutupan serupa. Italia telah menutup 11 kota, dan Korea Selatan memerintahkan agar 2,5 juta warga di kota Daegu untuk tepat berada di dalam rumah.
 
Tiongkok juga melanjutkan berbagai upaya mereka. Senin kemarin, Tiongkok menunda pertemuan parlemen tahunan yang merupakan kali pertama terjadi sejak Revolusi Budaya di era 1960-an.
 
Virus korona COVID-19 terus menyebar ke berbagai negara. Afghanistan, Bahrain, Irak, Kuwait, dan Oman telah mengumumkan kasus perdana mereka pada Senin kemarin.
 
Sementara itu untuk Indonesia, hingga saat ini tidak ada satu pun kasus terkonfirmasi korona. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah menyampaikan kabar tersebut kepada WHO di Jenewa.
 
"Hingga saat ini menurut data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, belum ada kasus individu yang positif terjangkit virus ini di Indonesia," ucap Menlu Retno kepada Tedros.
 
Selain itu, Menlu Retno juga menjelaskan upaya Pemerintah RI dalam mengevakuasi WNI yang berada di wilayah yang terjangkit COVID-19 di beberapa negara.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menyampaikan dukungan terhadap strategi respons darurat yang dilakukan WHO selama ini, dan berharap WHO dapat berbagi keahlian (best practices) dalam penanggulangan COVID-19 sebagaimana dilakukan di negara lain.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif