Salah satu puing pesawat maskapai Ukraina di lokasi kecelakaan di dekat bandara Teheran, Iran, 8 Januari 2020. (Foto: IRNA via AFP)
Salah satu puing pesawat maskapai Ukraina di lokasi kecelakaan di dekat bandara Teheran, Iran, 8 Januari 2020. (Foto: IRNA via AFP)

Ukraina: Terlalu Dini Simpulkan Penyebab Kecelakaan di Iran

Internasional ukraina kecelakaan pesawat as-iran
Willy Haryono • 11 Januari 2020 07:04
Kiev: Menteri Luar Negeri Vadym Prystaiko berpendapat, terlalu dini bagi pihak manapun untuk menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat maskapai Ukraina di Iran pada Rabu 8 Januari. Menurutnya, upaya mengungkap penyebab sebenarnya membutuhkan waktu.
 
"Ada begitu banyak versi mengenai apa penyebab di balik kecelakaan pesawat tersebut. Kmai butuh waktu untuk memahami penyebab sebenarnya," ujar Prystaiko, dilansir dari BBC, Sabtu 11 Januari 2020.
 
Pernyataan Prystaiko dilontarkan satu hari usai sejumlah negara Barat mengklaim memiliki bukti kuat bahwa pesawat Ukraina itu jatuh akibat terkena sebuah misil Iran. Teheran membantah tudingan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prystaiko menekankan bahwa dalam fase ini, tim investigator Ukraina belum akan mengesampingkan kemungkinan apapun terkait penyebab terjadinya kecelakaan.
 
Namun ia meminta semua pihak untuk mengurangi atau berhenti berspekulasi. Prystaiko menambahkan, Ukraina berencana membentuk sebuah "koalisi internasional" untuk menjalankan investigasi menyeluruh. Ia menyebut hampir 50 investigator Ukraina telah berada di Iran.
 
"Kami menganalisis serpihan badan pesawat, korban tewas, dan sisa-sisa bahan kimia. Kami akan menyimpulkannya, tapi bukan saat ini," tutur Prystaiko.
 
Dalam kecelakaan tersebut, total 176 orang di dalam pesawat dinyatakan tewas. Jatuhnya pesawat maskapai Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 di dekat bandara Teheran itu terjadi beberapa jam usai Iran meluncurkan belasan misil ke pangkalan militer Amerika Serikat di Irak.
 
Beberapa media AS berspekulasi bahwa Iran keliru menganggap Boeing 737-800 itu sebagai pesawat perang. Video yang diyakini memperlihatkan momen pesawat tersebut terkena misil dan jatuh bermunculan di media sosial.
 
Korban kecelakaan pesawat meliputi 82 warga Iran, 63 Kanada dan 11 Ukraina. Ada juga korban dari Swedia, Inggris, Afghanistan dan Jerman.
 
Iran telah menjanjikan investigasi penuh atas kecelakaan tersebut. Namun, tayangan dari sejumlah saluran televisi pada Kamis 9 Januari memperlihatkan alat berat yang membantu membersihkan puing pesawat, yang memicu kekhawatiran hilangnya sejumlah bukti penting.
 
Sementara itu, menurut laporan kantor berita Irna, kotak hitam atau "black box" pesawat dijadwalkan dibuka Jumat mendatang. Kotak hitam adalah salah satu bagian pesawat yang menyimpan rekaman suara di kokpit dan kabin, yang dapat menghadirkan petunjuk vital mengenai penyebab terjadinya kecelakaan.
 
Mengenai kotak hitam, Iran dan Ukraina berselisih paham. Iran ingin kotak hitam dianalisis di Teheran, sementara Ukraina mendorong agar prosesnya dilakukan di Kiev.
 
Menurut Iran, proses mengunduh informasi dari kotak hitam membutuhkan waktu sekitar dua bulan.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif