Tembok kota Ani. (Foto: Linda Caldwell/Alamy)
Tembok kota Ani. (Foto: Linda Caldwell/Alamy)

Kota Ani, Sejarah Abad Pertengahan yang Terabaikan

Putu Radar Bahurekso • 16 Maret 2016 16:55
medcom.id, Ani : Diperintah oleh banyak kerajaan dan kekaisaran dari dinasti Byzantine hingga dinasti Ottoman, kota Ani adalah sebuah tempat yang pernah menjadi kiblat kekuasaan, pusat kebudayaan, dan tempat tinggal bagi ribuan orang.
 
Namun, Ani kini hanya sebuah wilayah kosong yang terlantar dan tidak berpenghuni. Bahkan Ani juga kerap kali disebut sebagai kota hantu. Tidak ada kehidupan manusia dan hanya diisi oleh suara embusan angin. Dataran Ani terletak di kawasan dataran tinggi bagian timur laut negara Turki, dekat dengan perbatasan antara Turki dan Armenia.
 
Dataran Ani memiliki sejarah panjang. Wilayah ini juga memiliki banyak bangunan sejarah, reruntuhan yang berasal dari kekuasaan lima kekaisaran yakni Bagratid Armenian, Byzantine, Seljuk Turks, Georgia, dan Ottoman. Ani pernah jatuh ke tangan Rusia pada tahun 78 saat Ottoman kalah perang. 

Saat perang dunia pertama mulai, daerah ini kemudian direbut kembali dan masuk wilayah negara Armenia yang saat itu baru terbentuk. Kemudian Ani kembali masuk ke wilayah Turki pada tahun 1920 saat perang kemerdekaan Turki.
 
Kota Ani, Sejarah Abad Pertengahan yang Terabaikan
(Kota Ani. Foto: Joseph Flaherty)
 
Dikenal dengan sebutan ‘Kota Dengan 1.001 Gereja,' Ani dataran Ani mencapai puncak populasi dengan memiliki 100.000 penduduk sekitar abad ke 11. Para penguasa dan pedagang kemudian mendirikan banyak tempat ibadah dengan desain arsitektur luar biasa. Meskipun julukannya sangat hiperbola, namun para arkeolog saat meneliti wilayah ini dapat menemukan 40 bangunan yang dijadikan gereja.
 
Meskipun banyak gereja ditemukan, namun wilayah dataran Ani juga pernah jatuh kebawah kekaisaran Islam. Pada sekitar tahun 1072, wilayah ini dikuasai kekaisaran Seljuk yang banyak diisi masyarakat bangsa Shaddadids. Pengaruh perkembangan Muslim di wilayah ini berlangsung hingga kekaisaran Ottoman. Salah satu peninggalan Muslim yang terkenal di wilayah ini adalah Mesjid Manuchihr/Manuchehr yang didirikan akhir tahun 1000-an. 
 
Kota Ani, Sejarah Abad Pertengahan yang Terabaikan
(Masjid di Kota Ani. Foto: Joseph Flaherty)
 
Ani juga memiliki kota bawah tanah. Di pinggiran pusat kota Ani terdapat banyak goa-goa bertebaran. Hasil penelitian arkeolog menunjukkan bahwa goa tersebut digunakan sebagai tempat ibadah, tempat tinggal, kuburan, bahkan tempat persembunyian. Kumpulan goa-goa ini dideskripsikan sebagai 'Kota Bawah Tanah Ani.'
 
Wilayah Ani saat ini sedang dalam tahap perbaikan. Berkat usaha dari para aktivis, arkeolog, serta sejarawan, kini dataran Ani masuk ke dalam daftar sementara untuk Situs Warisan Peninggalan Dunia UNESCO. Para sejarawan menilai Ani merupakan wilayah penting dan bersejarah yang berjaya pada abad pertengahan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan