Swedia Tunda Deportasi Uighur ke Tiongkok
Muslim di India memprotes Tiongkok yang diduga menahan banyak etnis Uighur di Xinjiang (Foto: AFP/PUNIT PARANJPE)
Stockholm: Pemerintah Swedia menghentikan sementara deportasi etnis minoritas Uighur ke Tiongkok atas dasar pertimbangan situasi terkini di Negeri Tirai Bambu.

"Informasi dari sejumlah organisasi hak asasi manusia mengindikasikan situasi bagi Uighur semakin memburuk di wilayah Xinjiang," ucap Agensi Keimigrasian Swedia, dalam sebuah pernyataan yang didapat kantor berita AFP, Senin 24 September 2018.

"Pertimbangan lain Swedia terkait penundaan deprtasi adalah karena beberapa grup minoritas lain di Xinjiang juga telah menerima perintah pengusiran (dari pemerintah pusat Tiongkok)," ucap seorang juru bicara agensi tersebut.


Swedia tidak menjelaskan detail mengenai berapa banyak Uighur yang akan ditunda proses deportasinya. Awal September lalu, Swedia mengumumkan telah menunda deportasi sebuah keluarga Uighur ke Tiongkok setelah permohonan suaka mereka ditolak.

Baca: Amnesty Internasional Minta Tiongkok Bebaskan Uighur

Xinjiang adalah wilayah yang dihuni 22 juta orang. Hampir sebagian dari total populasi tersebut adalah Uighur yang memiliki garis keturunan asal Turki.

Banyak dari Uighur mengaku mendapat diskriminasi dari mayoritas etnis Han di Tiongkok.

Sejumlah grup HAM menuduh Beijing telah memasukkan banyak Uighur ke kamp re-edukasi untuk kemudian mendapat doktrinasi mengenai politik dan budaya Tiongkok.

Dalam sebuah laporan terbaru Amnesty International, disebutkan bahwa Tiongkok telah melancarkan "kampanye penahanan, pengintaian, doktrinasi politik dan asimilasi budaya secara paksa."

Beijing membantah data PBB yang mengestimasi ada lebih dari satu juta Uighur di kamp penahanan.

Tiongkok menjelaskan bahwa beragam langkah terhadap minoritas di Xinjiang bertujuan memerangi pengaruh ekstremisme dan separatisme.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id