Truk kontainer tempat ditemukannya 39 jenazah imigran di Inggris. (Foto: AFP Photo/Ben STANSAL)
Truk kontainer tempat ditemukannya 39 jenazah imigran di Inggris. (Foto: AFP Photo/Ben STANSAL)

Kasus 39 Jasad dalam Truk, Tersangka Keempat Ditahan

Internasional inggris tiongkok vietnam
Willy Haryono • 26 Oktober 2019 17:05
London: Tersangka keempat ditahan terkait kasus penemuan 39 jasad manusia di dalam sebuah truk kontainer di Inggris. Kasus ini disebut-sebut sebagai penyelundupan manusia terbesar yang terungkap di Inggris.
 
Otoritas Inggris mengatakan pria berusia 48 tahun asal Irlandia Utara telah ditangkap di Bandara Stansted pada Jumat 25 Oktober. Ia ditangkap atas dugaan pembunuhan dan konspirasi menyelundupkan manusia.
 
Dilansir dari Korea Herald, Sabtu 26 Oktober 2019, penangkapan dilakukan usai polisi menahan seorang pria dan wanita, masing-masing berusia 38 tahun, di Inggris barat laut atas dakwaan yang sama. Seorang sopir truk berusia 25 tahun juga telah ditangkap atas dugaan pembunuhan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepolisian Essex melaporkan, 31 pria dan delapan wanita ditemukan tewas di dalam truk kontainer pada Rabu 23 Oktober di sebuah taman industri di Grays, kota yang berjarak sekitar 40 kilometer dari London.
 
Awalnya otoritas Inggris meyakini semua 39 jasad itu adalah warga negara Tiongkok. Namun belakangan diduga kuat enam dari 39 jenazah itu berasal dari Vietnam.
 
Kedutaan Besar Vietnam di London mengaku telah menghubungi polisi mengenai kekhawatiran adanya salah satu warga yang termasuk dari 39 jenazah. Kekhawatiran ini didasarkan pada seorang keluarga di Vietnam yang menghubungi pihak kedutaan di Inggris.
 
Seorang keluarga dari Vietnam mengatakan kepada media BBC bahwa mereka sudah tidak dapat menghubungi Pham Tra yang berusia 26 tahun sejak menerima pesan singkat pada Selasa 22 Oktober.
 
Pesan itu bertuliskan: "Maafkan aku, ayah dan ibu. Perjalanan saya ke luar negeri tidak berhasil. Ibu, aku mencintaimu dan juga ayah. Aku tidak bisa bernapas di sini. Ibu, aku minta maaf."
 
Diduga kuat 39 orang yang ditemukan di dalam truk itu meninggal akibat kehabisan napas.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan otoritas Inggris mengenai kasus 39 jasad ini.
 
"Terlepas dari mana para korban itu berasal, ini adalah tragedi besar yang menyedot perhatian internasional dalam isu keimigrasian ilegal," tutur Hua.
 
"Komunitas internasional harus lebih memperkuat kerja sama dalam urusan ini, salah satunya dengan memperkuat skema berbagi data dan informasi intelijen agar tragedi serupa tidak terulang," lanjut dia.
 
Hua menambahkan, pihaknya juga sedang berusaha mencari informasi dari kepolisian di Belgia. Ini dikarenakan kontainer tempat ditemukannya 39 jenazah diketahui telah dikirim ke Inggris dari pelabuhan Zeebrugge di Belgia.
 
Kasus penyelundupan manusia dari Tiongkok diyakini telah menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Namun sejumlah warga Tiongkok, terutama yang berpendidikan rendah, masih tertarik untuk pergi ke Eropa dan Amerika Utara demi mendapatkan pekerjaan dengan upah yang lebih tinggi dari kampung halamannya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif