Berjudul 'Gencatan senjata: kebosanan berada di Donetsk,' Charlie Hebdo melukiskan masyarakat Ukraina berdiri di atas puing-puing bangunan di wilayah separatis pro Rusia dan berkata: 'bagaimana jika kita semua melakukan sesuatu bersama para kartunis?'
"Ini suatu penghinaan, bukan kebebasan berekspresi," ucap kepala komite urusan luar negeri parlemen Rusia, Alexei Pushkov, via akun Twitter, Minggu (1/2/2015).
Sebelumnya, seperti diwartakan AFP, Rusia mendukung Charlie Hebdo dalam menghadapi terorisme setelah terjadinya rentetan aksi teror pada Januari lalu. Namun, banyak media dan pejabat Rusia berbalik menyerang Charlie Hebdo karena dinilai tidak menghormati umat beragama.
Tiga kantor berita Rusia sempat mendapat hukuman dari regulator setempat karena mencetak ulang karikatur Nabi Muhammad versi Charlie Hebdo.
Pada 19 Januari, ribuan pendemo berkumpul di Grozny, ibu kota Chechnya, untuk mengutuk Charlie Hebdo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News