Simpatisan partai Vox membentangkan bendera Spanyol menjelang pemilu pada Minggu 10 November 2019. (Foto: AFP)
Simpatisan partai Vox membentangkan bendera Spanyol menjelang pemilu pada Minggu 10 November 2019. (Foto: AFP)

Baru 7 Bulan Berlalu, Spanyol Kembali Gelar Pemilu

Internasional spanyol referendum catalonia
Willy Haryono • 09 November 2019 19:07
Madrid: Spanyol telah menggelar pemilihan umum yang berakhir dengan kemenangan partai sosialis PSOE milik Perdana Menteri Pedro Sanchez pada April lalu. Dan kini, warga Spanyol diminta untuk kembali menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu terbaru pada Minggu 10 November besok.
 
Dilansir dari BBC, Sabtu 9 November 2019, pemilu pada Minggu besok adalah kali keempat dalam empat tahun terakhir di Spanyol.
 
Kubu sosialis PM Sanchez bukan merupakan mayoritas, sehingga membutuhkan dukungan dari sejumlah partai lain untuk membentuk pemerintahan. Negosiasi PSOE dengan partai Podemos yang berhaluan sayap kiri berakhir mandek.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kedua partai tidak sepakat mengenai format kemitraan. PM Sanchez gagal menepati tenggat waktu hingga September lalu untuk membentuk pemerintahan baru, sehigga pemilu pun terpaksa diserukan kembali dan akan digelar besok.
 
Selama lebih dari tiga dekade, kubu sosialis dan konservatif menguasai dunia perpolitikan Spanyol. Namun pada 2015, kemunculan dua partai baru mengubah peta perpolitikan tersebut. Kedua partai itu adalah Podemos dan Ciudadanos.
 
Lewat kemunculan partai Vox, maka perpolitikan di Spanyol kini diwarnai sistem lima partai.
 
Kemunculan sejumlah partai baru membuat pembentukan formasi pemerintahan baru di Spanyol kian sulit. Sejak 2011, belum pernah ada partai di Spanyol yang meraih suara mayoritas.
 
Sejumlah jajak pendapat mengindikasikan PM Sanchez, yang saat ini mempunyai 123 kursi di parlemen, akan kembali menang. Namun seperti sebelumnya, ia diprediksi tidak akan meraih mayoritas.
 
Pemilu terbaru pada Minggu besok terjadi kurang dari satu bulan usai Mahkamah Agung Spanyol menjatuhkan vonis penjara kepada sembilan tokoh separatis Catalonia. Vonis tersebut memicu gelombang protes separatis Catalonia, terutama di Barcelona.
 
Dalam unjuk rasa terbaru, ribuan separatis Catalonia turun ke jalanan Barcelona dalam memprotes kunjungan Raja Spanyol Felipe VI.
 
Demonstran menyalakan api unggul di sebuah ruas jalan utama dan juga membakar foto Raja Felipe VI. Sebagian pedemo memukul-mukul panci dan meneriakkan, "Catalonia tidak memiliki raja!"
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif