Duta besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. (Foto: Kumara Anggita/Medcom.id).
Duta besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva. (Foto: Kumara Anggita/Medcom.id).

Dubes Rusia: Pulau Kuril Milik Kami

Internasional politik rusia jepang rusia
Kumara Anggita • 18 Desember 2018 15:49
Jakarta: Duta besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva menyatakan bahwa intensnya aktivitas militer di Pulau Kuril, Jepang seharusnya bukanlah menjadi suatu masalah bagi pihak Jepang. Baginya, Pulau Kuril adalah bagian dari Rusia.
 
“Sudah jelas, mengacu pada situasi setelah perang dunia kedua, Pulau Kuril adalah hasil dari kemenangan Rusia dalam perang. Kuril adalah milik Rusia, Kuril adalah teritori Rusia bukan milik Jepang,” tutur Dubes Vorobieva, saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.
 
Dengan anggapan ini, Dubes Vorobieva menunjukan bahwa Rusia sah saja untuk melakukan segala aktivitas di wilayah tersebut. Hal ini termasuk membangun fasilitas militer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi Rusia punya hak penuh untuk mengerahkan segala jenis peralatan (militer) di pulau ini karena Kuril adalah teritori kami,” imbuhnya.
 
Namun dubes yang baru bertugas di Indonesia ini menekankan bahwa pihak Rusia tidak bermaksud untuk merugikan pihak manapun. Baginya semua tindakan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan keamanan negaranya.
 
Dia juga mengakui bahwa isu perbatasan merupakan hal yang sensitif untuk diangkat, namun Rusia memiliki cara tersendiri untuk mereduksi konflik yang kemungkinan akan terjadi.
 
“Biasanya permasalahan perbatasan merupakan isu yang sensitif untuk banyak negara. Namun kita berdialog dan Rusia sedang bekerja sama dengan Jepang di berbagai bidang. Ini adalah hal yang positif,” tuturnya.
 
Dubes Vorobieva menegaskan bahwa pemecahan permasalahan atas Pulau Kuril dengan Jepang seluruhnya tergantung kepada negosiasi.
 
Hampir 70 tahun sengketa Pulau Kuril diperebutkan antara Jepang dan Rusia. Empat pulau kecil menjadi subjek sengketa ini termasuk, Kunashiri, Iturup, Shikotan dan Habomai. Karena sengketa ini, Rusia dan Jepang belum menandatangani traktat perdamaian Perang Dunia II.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif