Kuliner Indonesia Manjakan Lidah Pebisnis COTECA 2018
Acara makan malam di Jawa Restaurant di Hamburg, Jerman, 12 Oktober 2018. (Foto: KBRI Berlin)
Hamburg: Di sela-sela Pameran Kopi, Teh, Kakao (COTECA) 2018 di Hamburg, Jerman, Indonesia menggelar acara makan malam bagi para pengusaha yang ikut serta dalam pameran berskala internasional ini pada Kamis 11 Oktober. "Jawa Restaurant," salah satu restoran di Hamburg yang menyajikan cita rasa Indonesia, dipilih sebagai tempat penyelenggaraan acara ini. 

Duta Besar RI untuk Jerman, Arif Havas Oegrosenob turut hadir dalam acara makan malam tersebut.

"Kita sama-sama bisa merasakan manfaat besar yang diperoleh dari pameran COTECA ini. Di antaranya para pengusaha bisa saling berbagi informasi tentang regulasi dan trend inovasi terbaru dari kopi, teh dan kakao yang diminati pasar. Inovasi-inovasi yang terus berkembang tersebut tentunya akan memberikan nilai tambah dari produk yang kita hasilkan”, ujar Havas saat membuka acara makan malam, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Sabtu 13 Oktober 2018.


Makan malam yang diselenggarakan atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin dan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa ini dihadiri beberapa pengusaha asing, antara lain Zi Pac GmbH, SDK Commodity GmbH, Altair, Parsa Investment, Saffron Group, The Chef’s Story serta ImpEx Trading GmbH.

Banyak inovasi dan hal menarik diperoleh pengusaha Indonesia saat berbincang pada makan malam dan selama kegiatan COTECA 2018.

Salah satunya produk ”Mrs T” asal Jerman. Maren Thobaben pemilik Mrs T  menjelaskan, "Kami membuat inovasi produk turunan teh. Daun teh yang selama ini digunakan untuk minuman, kami kembangkan sebagai rempah-rempah untuk ekstrak rasa, baik manis maupun asin. Selain itu, daun teh juga kami kembangkan untuk dekorasi."

Lain lagi inovasi yang dikembangkan oleh Zi Pac GmbH. Perusahaan ini membuat gelas berbahan daur ulang, yang setelah pemakaian juga masih bisa didaur ulang kembali. Produk ramah lingkungan ini juga banyak diminati para pengusaha yang hadir.

Pemilik Guess What Coffee Indonesia saat berbincang dengan pengusaha Nasa Cooperation, Jepang, tertarik untuk mengembangkan packaging machine untuk drip coffee bag.

Banyaknya inovasi dan produk baru yang diperoleh pengusaha Indonesia pada COTECA 2018 ini menjadi motivasi untuk pengembangan produk kopi, teh dan kakao Indonesia ke depan. Selain itu, hasil-hasil positif yang diperoleh selama kegiatan pameran, mempertegas pentingnya keikutsertaan Indonesia pada pameran COTECA berikutnya.

Baca: Kopi Luwak Tarik Minat Pengunjung di COTECA 2018

"Belajar dari apa yang diperoleh pada COTECA 2018 ini, Indonesia harus bisa lebih maksimal pada pameran COTECA berikutnya. Jumlah peserta pameran perlu ditingkatkan dan area pameran juga harus diperbesar. Kita harus bisa menunjukkan Indonesia bukan sekedar negara penghasil kopi, teh, dan kakao, akan tetapi juga sebagai negara yang besar," komentar Dubes Havas lebih lanjut.

Seperti disebutkan pada rilis sebelumnya, paviliun Indonesia pada COTECA 2018 merupakan yang terbesar di antara negara lainnya. Menempati area pameran seluas 91m2 dan berada di depan pintu masuk, menjadikan paviliun Indonesia magnet bagi pengunjung.

Selain memamerkan produk kopi, teh dan kakao, pada pameran ini Indonesia juga berpartisipasi dalam kegiatan side event lainnya. Matt Ross dari perusahaan KOPI ROSS Bali mengisi paparan pada dua sesi seminar, yaitu tentang “Make Luwak Great Again dan “Indonesian Coffee: The Remarkable Story of Discovery, Diversity and Taste”.

Beberapa kopi asal Indonesia juga terlihat dipajang di Wall of Coffee yang terletak di samping ruang acara cupping coffee. Dan pada acara cupping coffee, Dubes Habas sebagai pencinta kopi, tak ketinggalan ikut menikmati dan mencoba kegiatan cupping coffee asal Indonesia.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id