Dengan membawa pistol, pemuda itu mengancam untuk memintas siaran selama 10 menit. Belakangan diketahui bahwa pistol yang dibawa pemuda itu adalah palsu.
Menggunakan setelan jas lengkap, pelaku memasuki studio di Kota Hilversum. Tidak diketahui bagaimana pemuda itu bisa melewati pemeriksaan keamanan.
Polisi mengatakan, pemuda itu juga mengancam akan meledakkan bom di stasiun radio NOS tersebut. Pelaku sebelumnya meninggalkan ancaman yang ditulis di dalam sebuah surat dan kemudian diperlihatkan di website NOS.
"Saya tidak sendiri. Delapan bahan peledak ditanam dan mengandung materi radioaktif," isi surat tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (30/1/2015).
"Jika kalian tidak membawa saya ke studio 8 untuk mengizinkan saya siaran, maka kami akan mengambil tindakan," ancamnya.
Pria itu akhirnya berhasil diringkus oleh polisi Belanda. Polisi memborgolnya kemudian membawanya pergi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News