Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri sebuah acara di Ankara, 2 Maret 2020. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri sebuah acara di Ankara, 2 Maret 2020. (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Erdogan Ancam Banjiri Eropa dengan Jutaan Imigran

Internasional krisis suriah turki uni eropa
Willy Haryono • 03 Maret 2020 08:21
Ankara: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa "jutaan" imigran asal Suriah akan segera membanjiri benua Eropa. Ancaman dilontarkan Erdogan saat sejumlah petinggi Uni Eropa menuduh Turki berusaha menekan UE untuk mendukung inkursi Ankara di Suriah.
 
Turki telah memberikan lampu hijau bagi pengungsi dan imigran untuk bergerak menuju negara-negara UE. Sejak pintu perbatasan menuju Eropa dibuka Turki, ribuan imigran telah berkumpul di dekat pintu masuk ke Yunani.
 
Pengungsi dan imigran dalam jumlah besar tersebut memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis keimigrasian seperti yang pernah terjadi di Eropa pada 2015.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dikutip dari AFP, Selasa 3 Maret 2020, Kanselir Jerman Angela Merkel menyebut langkah Turki sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima. Sementara komisioner keimigrasian UE, Margaritis Schinas, menegaskan bahwa siapapun tidak dapat "memeras atau mengintimidasi Uni Eropa."
 
Namun Turki, negara yang menampung sekitar empat juta warga Suriah, berusaha menghalau gelombang imigran berikutnya. Operasi militer Suriah yang didukung Rusia di provinsi Idlib telah membuat ratusan ribu warga melarikan diri ke beberapa negara tetangga, termasuk Turki.
 
Senin kemarin, Erdogan menambah tekanan terhadap UE dan menolak tawaran dana untuk imigran senilai satu miliar euro (setara Rp15,9 triliun). Pada 2016, UE dan Turki menyepakati dana bantuan enam miliar euro untuk menangani imigran Suriah.
 
"Kami tidak menginginkan uang ini," kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers tanpa menyebutkan kapan uang tersebut ditawarkan, dan oleh siapa.
 
Kantor kepresidenan Turki kemudian menambahkan bahwa Erdogan telah berbicara dengan Merkel via telepon. Dalam percakapan, Erdogan memperingatkan Merkel bahwa Eropa harus "menanggung beban yang sama" dalam menangani imigran.
 
Ia mengklaim jumlah imigran di perbatasan Yunani jauh lebih besar dari angka yang disodorkan pejabat atau awak media di lokasi. "Jumlahnya akan terus bertambah hingga jutaan," sebut Erdogan.
 
Sementara itu, Yunani mengaku telah menghalau masuk sekitar 10 ribu orang di perbatasan mereka sepanjang akhir pekan kemarin. Bentrokan pun terjadi saat aparat keamanan Yunani berusaha membubarkan para imigran yang terus melempari batu.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif