Komisioner Presiden Ukraina untuk Urusan Masyarakat Tatar Krimea, Mustafa Dzhemilev, di Kedubes Ukraina, Jakarta, 14 Agustus 2018. (Foto: Willy Haryono)
Komisioner Presiden Ukraina untuk Urusan Masyarakat Tatar Krimea, Mustafa Dzhemilev, di Kedubes Ukraina, Jakarta, 14 Agustus 2018. (Foto: Willy Haryono)

Ukraina Kecewa Banyak Negara Muslim Kurang Perhatikan Krimea

Internasional krisis ukraina
Willy Haryono • 15 Agustus 2018 19:36
Jakarta: Ukraina mengaku kecewa atas sikap sejumlah negara di dunia, terutama yang mayoritas penduduknya beragama Islam, terhadap nasib Muslim Tatar di Krimea.
 
Komisioner Presiden Ukraina untuk Urusan Masyarakat Tatar Krimea, Mustafa Dzhemilev, mengatakan kehidupan Tatar di Krimea memprihatinkan karena terus ditekan dan ditindas pasukan pengawas Rusia.
 
Pada 2014, Rusia menganeksasi Krimea dari Ukraina -- sebuah langkah yang tidak diakui banyak negara dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami pernah mengunjungi Arab Saudi, bertemu dengan kepala dari OIC (Organisasi Kerja Sama Islam/OKI). Kami menyuarakan kekhawatiran kami di sana. Kami menanyakan mengenai rasa persaudaran sebagai sesama saudara Muslim," ujar Mustafa, dalam keterangan pers di Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta, Selasa 14 Agustus 2018.
 
"Tapi ketika itu OKI bilang, dunia Muslim mempunyai masalahnya tersendiri. Dia bilang ada negara mayoritas Muslim yang punya hubungan baik dengan Rusia, ada juga yang benar-benar tidak tahu situasi di Krimea," lanjut dia.
 
Baca:Sejarah Singkat Krimea, Semenanjung yang Dua Kali Diduduki Rusia
 
Selain OKI, Ukraina juga memiliki pengalaman buruk dengan Afghanistan. Mustafa mengaku pernah dipenjara tiga tahun hanya karena memprotes aksi Uni Soviet yang menginvasi Afghanistan.
 
Namyn saat Krimea dicaplok dari Ukraina, Afghanistan justru mendukung Rusia. Mustafa pernah menanyakan hal ini dengan perwakilan Afghanistan di acara pelatikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
 
"Perwakilan Afghanistan waktu itu berkata dengan jujur bahwa negaranya mendapat bantuan dari Rusia," tutur Mustafa.
 
"Jika ditanya apakah kami kecewa karena banyak negara Muslim malah mendukung Rusia, maka kami jawab tentu saja iya. Tapi kami tetap memperlakukan mereka semua seperti saudara," tegas Mustafa.
 
Ia menambahkan Indonesia adalah satu dari sedikit negara mayoritas Muslim yang mendukung Krimea. Ia mengucapkan terima kasih karena RI telah ikut mendukung Resolusi PBB mengenai aneksasi Krimea oleh Rusia pada 2014.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif