Indonesia jadi sorotan di Asia Pacific Week (APW) di Berlin, Jerman, 13-19 Mei 2019. (Foto: KBRI Berlin)
Indonesia jadi sorotan di Asia Pacific Week (APW) di Berlin, Jerman, 13-19 Mei 2019. (Foto: KBRI Berlin)

Ekonomi Digital Indonesia Jadi Sorotan APW Berlin 2019

Internasional indonesia-jerman
19 Mei 2019 08:33
Berlin: McKinsey, Firma Konsultan Global yang berpusat di New York, Amerika Serikat, memprediksi ekonomi digital Indonesia akan meningkat 8 kali lipat di tahun 2022.
 
Dalam laporannya yang dirilis tahun lalu, McKinsey memperkirakan ekonomi digital Indonesia dapat tembus pada angka USD65 miliar atau setara lebih dari Rp900 triliun. Prospek ekonomi digital Indonesia yang menjanjikan tersebut juga menjadi salah satu sorotan dari rangkaian kegiatan Asia Pacific Week (APW) yang berlangsung di Berlin, Jerman, pada 13-19 Mei 2019.
 
APW Berlin 2019 secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Berlin pada Selasa 13 Mei. Acara pembukaan dihadiri antara lain Presiden KADIN Jerman, Wakil Menteri Federal Jerman Bidang Ekonomi dan Energi serta CEO Siemens AG, serta Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain hadir pada sesi pembukaan, Dubes Oegroseno juga menjadi pembicara dalam diskusi panel bertajuk "Asia meets Europe" yang digelar keesokan harinya pada 14 Mei. Dalam forum tersebut, Dubes Oegroseno menceritakan beberapa kisah sukses StartUp Indonesia. Diakuinya bahwa StartUp Indonesia merupakan aktor penting untuk menopang kemajuan digital ekonomi Tanah Air.
 
"Prioritas kita ke depan adalah bagaimana meningkatkan bisnis StartUP Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu bidang industri. Kalau melihat banyaknya mittelstand Jerman saat ini, saya optimistis bahwa Jerman akan menjadi mitra tepat bagi StartUp Indonesia," jelas Dubes Havas, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu 19 Mei 2019.
 
Optimisme terhadap prospek kerja sama tersebut juga dirasakan beberapa pelaku StartUp yang hadir. Adi Reza Nugroho, Co-Founder Mycotech, startup asal Bandung, mengaku antusias bahwa APW ini dpat menjadi kesempatan untuk mencari mitra bagi pengembangan bisnisnya. Ia menyebutkan saat ini Mycotech membutuhkan mitra untuk peralatan mesin guna meningkatkan hasil produksi.
 
Ekonomi Digital Indonesia Jadi Sorotan APW Berlin 2019
APW Berlin 2019. (Foto: KBRI Berlin)
 
Keinginan untuk mendapat mitra asal Jerman yang dapat mendukung peralatan mesin bagi peningkatan industri juga menjadi harapan David Kristian, CEO Evoware. Evoware merupakan Startup Indonesia yang bergerak di bidang packaging berbahan dasar rumput laut.
 
Indonesia juga telah menyiapkan dua kegiatan tambahan untuk melengkapi APW Berlin 2019. Pertama, forum diskusi panel pada 15 Mei, dengan tema Indonesia’s Urban Innovation and Smart City Development.
 
Pada diskusi Panel yang dihadiri sekitar 50 peserta ini, GOJEK yang diwakili SVP Global Transport Raditya Wibowo secara khusus mengulas perkembangan Gojek dari startup hingga menjadi unicorn. Selain GoJek, ada pula Medis Online Indonesia (MOI), StartUp yang menggagas platform aplikasi Homecare service bagi pasien rumah sakit maupun lansia. Dalam forum tersebut, CEO MOI, Kristina Sembiring, menceritakan pengalamannya melakukan bisnis StartUp yang sudah berjalan sejak 2017.
 
"Kita ingin pengalaman kisah sukses yang diceritakan oleh para pelaku StartUp Indonesia dapat lebih meyakinkan para pebisnis di Jerman akan potensi ekonomi digital yang dimiliki Indonesia, termasuk di bidang StartUp," ungkap Perry Pada, Wakil Dubes RI untuk Jerman saat membuka forum diskusi pada tanggal 15 Mei, Selain KBRI Berlin, juga hadir pejabat dari Bekraf, Pempov DKI dan Pemkot Berlin.
 
Kegiatan tambahan lainnya yang disiapkan Indonesia adalah penantanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bekraf RI dan StartUp Asia Berlin (SUAB). Penandatangan MoU ini berlangsung pada 16 Mei.
 
Dari Bekraf, penandatanganan diwakili Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari dan dari SUAB diwakili oleh Enpact. SUAB merupakan lembaga non–profit yang bertujuan memfasilitasi kerja sama internasional, akses pasar dan pembangunan ekosistem startup.
 
Melalui MOU ini, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam rangka pengembangan kapasitas SDM di bidang industri Kreatif guna mendorong startup berkiprah secara global.
 
Penandatangan MoU berlangsung di sela kegiatan diskusi panel yang berjudul "Scaling internationally: Do smart city startups have it harder?" Dalam diskusi ini, Nodeflux -- startup Indonesia pertama yang bergerak di bidang intelligent video analysis -- menjadi salah satu pembicara.
 
Ekonomi Digital Indonesia Jadi Sorotan APW Berlin 2019
APW Berlin 2019. (Foto: KBRI Berlin)
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif