Pemimpin oposisi Inggris Jeremy Corbyn berbicara di House of Commons di London, 29 Oktober 2019. (Foto: AFP/JESSICA TAYLOR)
Pemimpin oposisi Inggris Jeremy Corbyn berbicara di House of Commons di London, 29 Oktober 2019. (Foto: AFP/JESSICA TAYLOR)

Brexit Diperpanjang, Pemilu Dini Inggris Digelar 12 Desember

Internasional uni eropa brexit
Marcheilla Ariesta • 30 Oktober 2019 11:19
London: Parlemen Inggris akhirnta sepakat mengadakan pemilihan umum lebih awal, yakni pada 12 Desember mendatang. Keputusan ini dilakukan guna mendukung upaya Perdana Menteri Boris Johnson dalam mencoba memecahkan kebuntuan politik yang membuat Brexit tertunda hingga tiga kali.
 
"Sudah waktunya bagi negara untuk bersatu dalam menyelesaikan Brexit," kata Johnson, dikutip dari BBC, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Johnson menilai, masyarakat harus diberi pilihan atas Brexit dan masa depan Inggris. Johnson berharap pemilihan itu akan memberinya mandat baru untuk kesepakatan Brexit, yang telah diperpanjang Uni Eropa menjadi 31 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, menyebut pemilu Desember mendatang sebagai kesempatan terakhir. "Pemilu ini adalah kesempatan sekali dalam satu generasi untuk mengubah negara kita," tuturnya.
 
Dia menambahkan, partainya akan mengadakan kampanye paling ambisius untuk perubahan nyata Inggris menjelang 12 Desember.
 
Sebelumnya, PM Johnson menuding parlemen seolah-olah seperti selalu menghalangi terwujudnya perjanjian Brexit. Hal tersebut dianggap PM Johnson telah merusak sektor perekonomian negara, karena banyak investor yang enggan berinvestasi di Inggris.
 
Beberapa politisi merasa pemilu dini yang digelar dekat dengan perayaan Natal dapat mengganggu jadwal liburan warga Inggris. Masa kampanye juga akan sulit dilakukan karena diperkirakan banyak warga enggan keluar rumah di tengah cuaca dingin.
 
Sementara itu dalam pertemuan di Brussels, para duta besar negara anggota UE sepakat memperpanjang tenggat waktu Brexit hingga 31 Januari tahun depan.
 
Akhir pekan kemarin, UE telah sepakat akan memberikan perpanjangan tenggat waktu Brexit kepada Inggris, namun saat itu tanggalnya belum ditentukan.
 
"EU27 telah sepakat untuk menerima permohonan Inggris hingga 31 Januari 2020. Keputusan ini akan diresmikan melalui prosedur resmi," tulis Presiden Dewan Eropa Donald Tusk via Twitter.
 
Selama masa perpanjangan Brexit, London harus menunjuk seorang komisioner Eropa karena secara teknis Inggris "masih tetap menjadi negara anggota UE" dengan hak dan kewajiban yang sama seperti anggota lain.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif