Imigran meminta untuk diselamatkan dalam insiden pada Oktober 2016. (Foto: AFP)
Imigran meminta untuk diselamatkan dalam insiden pada Oktober 2016. (Foto: AFP)

65 Imigran Tewas Tenggelam di Mediterania

Internasional imigran gelap
Willy Haryono • 11 Mei 2019 08:21
Jenewa: Sedikitnya 65 imigran meninggal dunia usai kapal mereka tenggelam di Laut Mediterania, tepatnya di lepas pantai Tunisia. Agensi Pengungsian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNHCR mengatakan 16 orang berhasil diselamatkan dari insiden tersebut.
 
Para korban selamat mengatakan kapal mereka bertolak dari Zuwara di Libya pada Kamis 9 Mei. Di tengah perjalanan, kapal mengalami masalah saat terjadi cuaca buruk serta gelombang tinggi.
 
Insiden tersebut diyakini sebagai salah satu yang paling mematikan terkait imigran sejak awal tahun ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angkatan Laut Tunisia membawa belasan korban selamat ke pesisir, namun belum boleh berlabuh karena masih menanti izin pemerintah. Satu dari korban selamat telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
 
Tunisia langsung mengerahkan kapal penyelamat usai mendengar terjadinya insiden. Di tengah laut, Angkatan Laut Tunisia melihat sebuah kapal nelayan yang mencoba menolong para imigran.
 
Mayoritas imigran dari kapal tenggelam itu diyakini berasal dari benua Afrika.
 
"Insiden ini adalah pengingat tingginya risiko bagi mereka yang mencoba menyeberangi Mediterania," ujar Vincent Cochetel dari UNHCR, dilansir dari laman BBC, Sabtu 11 Mei 2019.
 
Ribuan imigran mencoba menyeberangi Mediterania menuju Eropa dalam setiap tahunnya, dan Libya merupakan salah satu titik keberangkatan utama. Imigran yang melakukan perjalanan tersebut biasanya menaiki kapal yang tidak layak dan kelebihan muatan.
 
Namun sejak pertengahan 2017, angka imigran yang melintasi Mediterania menurun drastis. Penurunan terjadi karena Italia telah meminta Libya menghentikan keberangkatan para imigran, atau mengembalikan mereka ke daratan jika ketahuan sedang berada di tengah laut.
 
Langkah Italia yang meminta Libya tersebut telah memicu kecaman dari sejumlah grup penegak hak asasi manusia.
 
Di tiga bulan pertama 2019, sekitar 15.900 pengungsi dan imigran telah tiba di Eropa via Mediterania -- berkurang 17 persen dari periode yang sama di tahun 2018.
 
Januari lalu, laporan PBB menyebutkan bahwa enam imigran tewas di Mediterania pada setiap harinya pada 2018.
 
Baca:IOM: 1.500 Imigran Tewas di Mediterania Sepanjang 2018
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif