PM Republik Ceko Didesak Mundur
Unjuk rasa menentang PM Babis digelar di Praha, Republik Ceko, 17 November 2018. (Foto: AFP)
Praha: Sekelompok orang di Praha berunjuk rasa menentang dan mendesak mundur Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis, Sabtu 17 November 2018. Satu hari sebelumnya, dia bertekad "tidak akan pernah mengundurkan diri."

Unjuk rasa digelar bertepatan dengan peringatan 29 tahun Velvet Revolution, sebuah revolusi damai yang menggulingkan komunisme di Cekoslovakia -- nama Republik Ceko di masa lalu.

Saat ini, PM Babis sedang menghadapi tuduhan bahwa dirinya telah menipu Uni Eropa. Dia membantah semua tuduhan.


PM Babis juga membantah telah memerintahkan seseorang untuk menculik anaknya sendiri, Andrej Babis Jr. Ia dituduh menahan anaknya di Krimea agar tidak bersaksi atas kasus penipuan terhadap UE.

Anak PM Babis mengeluarkan pernyataan kepada awak media dari situs berita Seznam. Dia berkukuh telah dibawa secara paksa oleh sekelompok orang.

Hilangnya Andrej Babis Jr bertepatan dengan investigasi polisi terhadap ayahnya. PM Babis dituduh menyembunyikan fakta bahwa dirinya memiliki sebuah persawahan dan pusat konferensi bernama "Stork's Nest."

Dengan menyembunyikan aset tersebut, PM Babis akan dianggap Uni Eropa sebagai pebisnis kecil dan berhak mendapat subsidi.

Menurut laporan di Seznam, Andrej Babis Jr mengatakan ayahnya menginginkan dirinya menjauh dari penyelidikan kriminal di Republik Ceko. Ia kemudian diberikan pilihan oleh sang ayah, yakni "berlibur panjang" di Krimea, atau ditahan di rumah sakit jiwa.

"Tidak ada yang menculik anak saya. Dia pergi dari Republik Ceko secara sukarela. Hal ini telah diselidiki polisi, dan kesimpulannya tidak ada penculikan," kata PM Babis, seperti disitir dari kantor berita BBC.

Unjuk rasa terbaru di Praha merupakan kelanjutan dari aksi Kamis kemarin, di mana ribuan orang berkumpul di Lapangan Wenceslas dan meneriakkan kata-kata "memalukan!" dan "mengundurkan diri!" untuk PM Babis.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id