Isu Rusia, Pendiri WikiLeaks Diundang Bersaksi di Kongres AS
Pendiri WikiLeaks Julian Assange bertahan di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris (Foto: AFP).
London: WikiLeaks telah menerbitkan surat, dari komite senat Amerika Serikat (AS) yang menyelidiki gangguan pemilu oleh Rusia. Isi surat itu meminta Julian Assange untuk memberikan bukti.
 
Surat itu, yang bisa saja palsu, tertanda 1 Agustus dan dialamatkan ke Kedutaan Ekuador, di mana Assange telah menetap sejak 2012.
 
WikiLeaks mengklaim di Twitter bahwa surat itu disampaikan melalui Kudubes AS di London, meskipun baik kedutaan maupun komite intelijen senat menolak berkomentar ketika dihubungi Sky News.
 
Surat kepada Julian Assange berbunyi: "Seperti yang Anda ketahui, Senat Seleksi Komite Intelijen melakukan penyelidikan bipartisan soal campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016."
 
"Sebagai bagian dari penyelidikan itu, staf panitia meminta agar Anda bersedia untuk wawancara tertutup dengan staf komite bipartisan pada waktu dan lokasi yang disepakati bersama," cetusnya, seperti dinukil dari Sky News, Jumat 10 Agustus 2018.
 
Assange diberi suaka politik oleh Ekuador demi menghindari ekstradisi ke AS, di mana ia diyakini diburu karena membocorkan rahasia pemerintah.
 
Namun surat itu tampaknya tidak memberinya kesempatan buat berkomunikasi melalui tautan video.
 
Akun Twitter Wikileaks menyatakan: "Tim hukum WikiLeaks mengatakan mereka 'mempertimbangkan tawaran itu tetapi kesaksian harus sesuai dengan standar etika yang tinggi'."
 
Assange saat ini tidak memiliki akses internet setelah bentrok dengan pemerintah Ekuador atas kegiatannya di media sosial selama pemilu AS dan Spanyol.
 
Presiden baru Ekuador, Rafael Correa, menggantikan Lenin Moreno, telah menyatakan keprihatinan tentang pendiri WikiLeaks. Ia menyatakan masa depan Assange di kedutaan dapat terancam.
 
Namun, diketahui bahwa Pemerintah Ekuador akan perlu menyelesaikan proses hukum yang panjang sebelum melucuti Assange dari status hukumnya.
 
Perhatian yang dituduhkan itu merebak di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung oleh Penasihat Khusus Robert Mueller soal dugaan kolusi antara tim kampanye kepresidenan Donald Trump dengan Rusia untuk membantunya mengamankan kemenangan.
 
Kendati muncul komentar guna mendukung WikiLeaks membuntuti jejak kampanye, Donald Trump menolak terus mendukung Assange sesudah menjadi presiden.
 
Surat itu menyusul dakwaan di AS menuduh 12 perwira intelijen militer Rusia meretas peranti Komite Nasional Demokrat (DNC) dan tim kampanye Clinton serta mencuri email yang telah diterbitkan oleh WikiLeaks.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id